Headline.co.id, Di Tengah Ancaman Abrasi Dan Perubahan Iklim Yang Semakin Meningkat Di Pesisir Selatan Yogyakarta ~ Universitas Gadjah Mada melalui Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HMP) menggelar aksi penanaman 1.000 pohon mangrove di kawasan pesisir Jangkaran, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (24/5) ini bertajuk “Plant Today, Protect Tomorrow” dan melibatkan sekitar 250 peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, pelajar, komunitas, dan masyarakat setempat.
Penanaman mangrove ini dipilih sebagai langkah konkret untuk mencegah kerusakan ekologis, mengingat kemampuan mangrove dalam menyerap karbon biru dan melindungi garis pantai dari abrasi serta dampak perubahan iklim. Ketua Umum HMP Pascasarjana UGM, Norol Latifah, menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi bagian dari gerakan moral untuk meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat. Ia mengutip laporan G20 tahun 2020 yang menunjukkan peningkatan suhu global dan menekankan pentingnya tindakan nyata untuk keberlanjutan lingkungan.
Norol juga menyatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi UGM dalam mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) melalui partisipasi aktif mahasiswa. Ia berharap pohon-pohon yang ditanam dapat dirawat dan menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang. “Harapan kami, pohon-pohon yang ditanam hari ini nantinya dapat dirawat bersama dan menjadi legacy atau warisan lingkungan bagi masyarakat Kulon Progo di masa depan,” ujarnya.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, turut mengapresiasi inisiatif ini sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi upaya pelestarian alam di tingkat yang lebih luas. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Gadjah Mada atas kepedulian, partisipasi, dan dukungannya dalam menjaga alam. Mudah-mudahan alam Indonesia selalu terjaga dan Indonesia menjadi negara yang lestari dengan lingkungan yang tetap terpelihara,” katanya. Sambutan positif juga datang dari para peserta dan warga setempat yang merasa senang dapat berkontribusi langsung dalam menjaga lingkungan.













