Headline.co.id, Lamongan ~ (Kemenag) — Extranas 2026 diikuti 137 Madrasah Aliyah (MA) Plus Keterampilan dan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN) dari 19 provinsi di Indonesia. Ajang Expo dan Rapat Kerja Nasional (Extranas) Madrasah Aliyah Plus Keterampilan ke-8 Tahun 2026 itu digelar di Jawa Timur pada 10-13 September 2026. Kegiatan yang dipusatkan di MAN 1 Lamongan dan Sport Center Lamongan tersebut menjadi ruang bagi madrasah untuk memamerkan karya, inovasi, serta kemampuan vokasional siswa. Selain pameran dan kompetisi, Extranas 2026 diisi rapat kerja nasional, forum diskusi, dan pertemuan guru keterampilan.
Extranas 2026 dibuka oleh Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno. Pembukaan turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Ahmad Sruji Bahtiar dan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
Kegiatan ini diselenggarakan Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Plus Keterampilan se-Indonesia. Pelaksanaan Extranas dirancang untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan vokasional di lingkungan madrasah melalui berbagai kegiatan yang melibatkan siswa, guru, dan madrasah dari sejumlah daerah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dirjen Pendis Tekankan Pentingnya Soft Skill
Dalam pembukaan Extranas, Dirjen Pendidikan Islam berpesan agar Madrasah Aliyah Plus Keterampilan tidak hanya membekali peserta didik dengan kemampuan teknis. Menurut dia, soft skill juga perlu dituntun dan dikembangkan melalui pendidikan keterampilan.
“Madrasah keterampilan harus memberikan tongkat kepada peserta didiknya agar mereka punya soft skill, menuntun soft skill keterampilan,” ungkapnya, Jumat (11/9/2026).
Ia juga mengapresiasi capaian madrasah dalam Programme for International Student Assessment (PISA). Dirjen Pendidikan Islam menyebut capaian PISA madrasah berada di atas rata-rata nasional.
“Ternyata capaiannya madrasah (PISA) di atas rata-rata nasional. Menggembirakan tentu. Tapi pekerjaan ini tidak ringan karena kita terus dipacu, dipacu, dan dipacu,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Lamongan yang telah memfasilitasi pelaksanaan Extranas 2026.
Extranas 2026 Dorong Ekosistem Vokasi
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyambut baik sinergi Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam pelaksanaan Extranas. Menurut dia, kegiatan tersebut dapat menghidupkan ekosistem vokasi sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di Lamongan.
“Kami juga melihat setiap kegiatan nasional seperti ini sangat membawa manfaat yang luas, ada multiplier effect melalui interaksi sosial dan juga interaksi dalam pergerakan ekonomi,” ujarnya.
Yuhronur berharap Extranas ke-8 menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman antarmadrasah. Forum tersebut juga diharapkan dapat memperluas jejaring serta menemukan praktik terbaik dari berbagai madrasah di Indonesia.
Extranas dirancang sebagai forum nasional untuk memperkuat pendidikan vokasional madrasah. Kegiatannya mencakup pameran karya, pameran inovasi siswa, kompetisi keterampilan, Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Focus Group Discussion (FGD), serta forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Keterampilan Nasional.
Kompetisi Keterampilan Digelar Daring dan Luring
Pada bidang kompetisi, Extranas ke-8 menghadirkan sejumlah perlombaan vokasional yang digelar secara daring dan luring. Cabang yang diperlombakan meliputi robotik, tata busana, penyajian kudapan nusantara, kriya, business plan, desain poster, komik digital, sinematografi, serta inovasi pembelajaran bagi guru.
Kompetisi robotik terdiri atas line follower dan robot maze. Sementara itu, cabang tata busana menghadirkan fashion draping. Berbagai cabang tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan teknis, kreativitas, kewirausahaan, komunikasi, dan pemanfaatan teknologi.
Pameran produk keterampilan dan inovasi siswa juga dibuka untuk masyarakat umum secara gratis. Pameran yang berlangsung di Sport Center Lamongan itu dapat dikunjungi pada 10-12 September 2026, mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB.
Dengan rangkaian pameran, kompetisi, dan forum pendidikan, Extranas 2026 menjadi ruang pertemuan bagi madrasah untuk memperlihatkan karya siswa sekaligus memperkuat pengembangan pendidikan vokasional di Indonesia.


















