Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyiapkan skema pembinaan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) secara terintegrasi bagi 643 instansi pemerintah pada tahun anggaran 2027. Program tersebut ditujukan untuk memastikan penerapan sistem merit, mempercepat manajemen talenta, serta memberikan kepastian pengembangan karier bagi 6,7 juta ASN di seluruh Indonesia. Kepala BKN Zudan menyampaikan rencana itu saat memaparkan arah kebijakan dan program kerja lembaganya di hadapan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Pembinaan terintegrasi BKN akan dilakukan melalui penguatan pendampingan manajemen talenta, pengelolaan kinerja, pengembangan kompetensi, disiplin pegawai, serta penerapan fleksibilitas kerja berbasis digital. Langkah tersebut disiapkan untuk membangun manajemen ASN yang berbasis kompetensi dan kinerja.
BKN Perkuat Pendampingan Manajemen Talenta ASN
Zudan mengatakan pembinaan manajemen ASN tidak hanya berfokus pada satu aspek pengelolaan kepegawaian. Skema yang disiapkan mencakup rangkaian proses mulai dari pengelolaan kinerja hingga pengembangan kompetensi pegawai.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“BKN akan memperkuat pendampingan agar penerapan manajemen talenta berjalan secara terintegrasi dan mendukung pengembangan karier ASN berbasis kompetensi serta kinerja,” ujar Zudan di hadapan anggota dewan.
Menurut bahan pemaparan BKN, penguatan manajemen talenta menjadi bagian dari upaya memastikan sistem merit berjalan dalam pengelolaan ASN. Sistem tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan karier pegawai berdasarkan kompetensi dan kinerja.
Selain pengelolaan kinerja dan kompetensi, pembinaan itu mencakup disiplin pegawai serta implementasi fleksibilitas kerja berbasis digital. BKN menyiapkan pendampingan bagi instansi pemerintah agar penerapan kebijakan tersebut berlangsung secara terintegrasi.
Infrastruktur Digital Disiapkan pada 2027
Untuk menopang ekosistem meritokrasi, BKN menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung pada 2027. Infrastruktur tersebut meliputi pengukuran Indeks Sistem Merit, aplikasi ASN Digital Mobile, serta penguatan analitik data individu melalui platform Datasena.
BKN juga akan memodernisasi arsip kepegawaian fisik ke format digital. Upaya tersebut disertai peningkatan kapasitas dan keamanan data center BKN sebagai bagian dari penguatan layanan digital kepegawaian.
Hingga September 2026, integrasi layanan digital BKN mencatatkan sejumlah capaian. Aktivasi Multi-Factor Authentication mencapai 96,91 persen, sedangkan Indeks Kualitas Data ASN (IKADA) nasional berada pada angka 92,38 persen.
Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan layanan digital BKN dalam mendukung pengelolaan data dan layanan kepegawaian. Penguatan sistem digital juga diarahkan untuk menopang penerapan manajemen ASN yang terintegrasi.
Layanan Seleksi Meritokrasi Layani 693.364 Peserta
Selain menyiapkan pembinaan bagi 643 instansi pemerintah, BKN mencatat layanan seleksi meritokrasi telah melayani 693.364 peserta hingga akhir Agustus 2026. Layanan tersebut diperkuat dengan 15 kebijakan pro-karier untuk mendukung kenyamanan kerja pegawai.
Data itu disampaikan bersamaan dengan paparan mengenai arah kebijakan dan program kerja BKN. Layanan seleksi meritokrasi menjadi salah satu bagian dari upaya lembaga tersebut dalam memperkuat penerapan sistem merit bagi ASN.
Seluruh target prioritas BKN pada 2027 akan didukung pagu indikatif sebesar Rp628,94 miliar. BKN juga mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp244,72 miliar.
Usulan tambahan anggaran tersebut telah diselaraskan bersama Kementerian Keuangan dan Bappenas. Anggaran tersebut disiapkan untuk merealisasikan target prioritas, termasuk pembinaan manajemen ASN secara terintegrasi dan penguatan digitalisasi layanan kepegawaian.



















