Headline.co.id, Gorontalo ~ UPTD Balai Perbenihan, Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPPSBP) Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo menyiapkan stok benih padi untuk mendukung kebutuhan petani dan penangkar. Berdasarkan pemantauan di gudang benih pada Selasa, tersedia 5.010 kilogram benih padi sawah varietas Mekongga. Selain itu, terdapat 3.025 kilogram calon benih padi sawah varietas IR 64 yang masih menjalani pengujian mutu di laboratorium.
Pengelolaan dan pemantauan stok dilakukan BPPSBP untuk memastikan ketersediaan benih bermutu bagi petani serta menunjang peningkatan produksi tanaman pangan di Provinsi Gorontalo. Kepala UPTD BPPSBP Provinsi Gorontalo Safrano mengatakan ketersediaan benih tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan perbenihan tanaman pangan di wilayah itu.
“Ketersediaan benih tersebut menjadi salah satu upaya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan perbenihan tanaman pangan di wilayah Provinsi Gorontalo,” kata Safrano, Kamis (17/9/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Stok Benih Padi Mekongga Tersedia
Stok benih padi sawah varietas Mekongga sebanyak 5.010 kilogram telah tersedia di gudang benih UPTD BPPSBP Provinsi Gorontalo. Ketersediaan stok ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan benih petani dan kelancaran musim tanam.
BPPSBP juga melakukan pengelolaan stok secara tertib dan terukur sesuai dengan ketentuan perbenihan. Langkah tersebut dilakukan agar benih yang tersedia dapat dikelola serta dipantau secara berkelanjutan.
Menurut Safrano, ketersediaan stok benih yang memadai dan bermutu merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran musim tanam serta pemenuhan kebutuhan benih bagi petani.
Calon Benih IR 64 Masih Diuji
Selain benih Mekongga, gudang benih UPTD BPPSBP menyimpan calon benih padi sawah varietas IR 64 sebanyak 3.025 kilogram. Calon benih tersebut belum ditetapkan untuk disalurkan atau dimanfaatkan karena masih dalam proses pengujian mutu di laboratorium.
Pengujian dilakukan untuk memastikan calon benih memenuhi persyaratan mutu sebelum ditetapkan sebagai benih yang memenuhi standar. Proses itu menjadi bagian penting untuk menjamin kualitas benih yang beredar dan digunakan oleh petani.
Melalui pengujian tersebut, mutu benih diketahui berdasarkan parameter yang dipersyaratkan. Benih yang nantinya disalurkan diharapkan memiliki kualitas baik dan mampu mendukung pertumbuhan serta produktivitas tanaman padi.
Pengawasan Mutu Dilakukan Berkelanjutan
Safrano menyampaikan, UPTD BPPSBP terus berupaya menjaga ketersediaan benih padi bermutu melalui pengelolaan stok dan pengawasan mutu secara berkelanjutan. Pengawasan tersebut dilakukan bersamaan dengan pemantauan ketersediaan benih di gudang.
“Kami terus berupaya memastikan ketersediaan benih padi yang bermutu bagi petani melalui pengelolaan stok dan pengawasan mutu benih secara berkelanjutan. Saat ini, stok benih padi varietas Mekongga sebanyak 5.010 kilogram telah tersedia, sementara calon benih varietas IR 64 sebanyak 3.025 kilogram masih dalam proses pengujian laboratorium,” ujar Safrano.
Ia berharap ketersediaan benih tersebut dapat mendukung kebutuhan petani dan kelancaran musim tanam di Provinsi Gorontalo. UPTD BPPSBP juga menekankan pentingnya pengelolaan stok yang tertib, terukur, dan sesuai dengan ketentuan perbenihan.
Dengan tersedianya benih padi varietas Mekongga dan adanya calon benih varietas IR 64 yang sedang diuji, UPTD BPPSBP Provinsi Gorontalo berupaya menjaga ketersediaan benih unggul dan bermutu. Upaya itu menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan pertanian dan peningkatan produksi pangan di Provinsi Gorontalo.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















