Headline.co.id, Sleman ~ Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkenalkan inovasi pengolahan sampah organik di Kampung Jurugsari, Condongcatur, Sleman. Program ini bertujuan untuk mengubah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair yang dapat digunakan untuk menyuburkan lahan pekarangan. Melalui teknologi Smart Compost Vessel, masyarakat didorong untuk mengurangi timbunan sampah rumah tangga dan meningkatkan produktivitas kebun keluarga. Kegiatan sosialisasi yang diadakan pada 22 Juni 2026 ini diikuti oleh 16 anggota PKK Kampung Jurugsari, perangkat wilayah, dan perwakilan Kalurahan Condongcatur.
Program ini dikembangkan oleh mahasiswa UGM, yaitu Siti Nur Khasanah, Rayhan Arva Pradipa, Nafi’atush Sholikhah, Vina Ayu Lestari, dan Naafianda Ra’uuf Prastya, di bawah bimbingan Dr. Ir. Miftahush Shirothul Haq dari Fakultas Peternakan UGM. Inovasi Smart Compost Vessel yang diperkenalkan berupa komposter berbentuk ember bertingkat dengan sensor suhu dan pH untuk memantau kualitas pupuk organik cair selama proses pengomposan. Pupuk yang dihasilkan digunakan sebagai penyubur tanah di pekarangan rumah, mendukung budidaya sayuran untuk kebutuhan rumah tangga.
Dr. Miftahush Shirothul Haq menyatakan bahwa inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana bagi masyarakat dalam mengurangi sampah organik dan meningkatkan nilai manfaatnya. “Kami berharap inovasi ini tidak hanya berhenti pada pengolahan sampah, tetapi juga mampu mendorong kemandirian masyarakat dalam membangun ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah,” ujarnya.
Ketua Tim PKM-PM Tumandur, Siti Nur Khasanah, menjelaskan bahwa program ini merupakan proses belajar bersama mahasiswa dan masyarakat. Selain memperkenalkan teknologi pengolahan sampah organik, tim juga memberikan pendampingan mengenai pemanfaatan pupuk organik cair untuk budidaya tanaman pangan di lingkungan rumah. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan siklus pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di tingkat keluarga. Ketua PKK Kampung Jurugsari, Ikhwani, mengapresiasi persiapan dan koordinasi yang dilakukan tim mahasiswa sebelum pelaksanaan program, dan peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi serta sesi diskusi.














