Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan tarif baru untuk layanan TransBandara rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp15.000 per penumpang. Kebijakan ini akan mulai diterapkan pada 1 September 2026. Meskipun tarif mengalami kenaikan, layanan ini tetap mendapatkan subsidi dari pemerintah, menjadikannya salah satu opsi transportasi publik yang terjangkau menuju bandara.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyatakan bahwa penetapan tarif baru ini didasarkan pada hasil kajian yang bertujuan untuk menjaga keberlanjutan operasional layanan serta memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM). “Meskipun tarif mengalami penyesuaian dari tarif promosi Rp3.500 yang diberlakukan selama masa pengenalan layanan, TransBandara masih menawarkan biaya perjalanan yang lebih ekonomis dibandingkan moda transportasi lain menuju Bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya.
Penetapan tarif Rp15.000 ini juga didukung oleh hasil kajian independen. Survei Litbang Kompas menunjukkan bahwa 89,7 persen responden menilai tarif tersebut masih lebih murah dibandingkan moda transportasi lain menuju bandara, sementara 78,3 persen menyatakan bahwa manfaat layanan sepadan dengan biaya yang dikeluarkan. Survei yang sama mencatat tingkat kepuasan pengguna mencapai 97,5 persen, terutama terhadap kebersihan armada, keamanan, dan profesionalisme petugas. Selain itu, 63,5 persen responden menyatakan bersedia membayar tarif Rp15.000.
Kajian teknis dari Pusat Pengujian, Pengukuran, Pelatihan, Observasi, dan Layanan Rekayasa (POLAR) Universitas Indonesia juga menunjukkan bahwa tarif Rp15.000 masih berada dalam batas kemampuan bayar masyarakat (Willingness to Pay/WTP), dengan 88 persen pengguna menyatakan tetap memilih TransBandara pada tarif tersebut.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Welfizon Yuza, menyatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kualitas layanan. Upaya ini termasuk penataan area keberangkatan di Terminal Blok M agar lebih ramah bagi penumpang yang membawa koper, penyediaan armada dengan ruang bagasi khusus, serta peningkatan ketepatan jadwal yang disinkronkan dengan waktu penerbangan.
Ia menjelaskan bahwa biaya operasional layanan TransBandara mencapai sekitar Rp70.000 per penumpang untuk perjalanan sejauh 64 kilometer. Selisih biaya operasional dan tarif yang dibayarkan pengguna ditanggung melalui subsidi Pemprov DKI Jakarta agar layanan tetap terjangkau. Pemprov DKI Jakarta berharap penyesuaian tarif ini dapat menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat menggunakan transportasi publik menuju Bandara Soekarno-Hatta.


















