Headline.co.id, Jakarta ~ Kekeringan yang melanda Kabupaten Aceh Besar telah mengancam 2.156 hektare sawah di wilayah tersebut. Pemerintah setempat segera menyiapkan langkah-langkah penanganan untuk mengatasi dampak dari kondisi cuaca ekstrem ini. Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Muhammad Nasir, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan penanganan yang efektif.
Menurut Muhammad Nasir, kekeringan ini disebabkan oleh curah hujan yang sangat rendah dalam beberapa bulan terakhir. “Kami telah mengidentifikasi area yang paling terdampak dan sedang berupaya untuk menyediakan sumber air alternatif bagi para petani,” ujarnya. Selain itu, pihaknya juga berencana untuk mendistribusikan pompa air dan alat irigasi lainnya guna membantu petani mengairi lahan mereka.
Langkah penanganan ini juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar yang akan membantu dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat dan petani. Kepala BPBD Aceh Besar, Zulkifli, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan tangki air dan akan mendistribusikannya ke daerah-daerah yang paling membutuhkan. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi meskipun dalam kondisi kekeringan,” kata Zulkifli.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sementara itu, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, menekankan pentingnya kerjasama pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi situasi ini. “Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi kekeringan ini,” ungkapnya. Pemerintah Aceh Besar berharap dengan langkah-langkah yang telah disiapkan, dampak kekeringan dapat diminimalisir dan ketahanan pangan di wilayah tersebut tetap terjaga.

















