Headline.co.id, Jakarta ~ Waktu minum susu menjadi perhatian karena sebagian orang memilih mengonsumsinya pada pagi atau malam hari. Penjelasan mengenai waktu terbaik minum susu dimuat dari Healthline pada Selasa, 22 September 2026, di Jakarta. Menurut prinsip Ayurveda, susu lebih baik diminum pada malam hari karena dianggap memiliki sifat menenangkan, sedangkan konsumsi pada pagi hari dinilai lebih berat bagi pencernaan. Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan waktu tertentu sebagai waktu paling ideal untuk memperoleh manfaat maksimal dari susu.
Healthline menyebut, manfaat susu tidak semata-mata ditentukan oleh waktu konsumsinya. Susu mengandung kalsium yang mendukung pertumbuhan tulang, serta magnesium dan kalium yang berperan dalam pengaturan tekanan darah.
Karena itu, pertanyaan mengenai waktu minum susu tidak memiliki satu jawaban yang berlaku untuk semua orang. Waktu konsumsi dapat disesuaikan dengan tujuan, kondisi tubuh, serta kebutuhan masing-masing.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Belum Ada Waktu Khusus yang Terbukti Paling Baik
Dalam artikel tersebut, prinsip Ayurveda menyebut susu lebih baik dikonsumsi malam hari. Susu dianggap dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks, sementara minum susu pada pagi hari dinilai lebih berat untuk pencernaan.
Meski demikian, klaim itu belum didukung bukti ilmiah. Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menunjukkan waktu spesifik untuk minum susu agar seseorang mendapatkan manfaat paling maksimal.
Dengan demikian, minum susu pada pagi hari maupun malam hari tetap dapat dilakukan selama sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh. Tidak ada keterangan ilmiah dalam bahan tersebut yang menetapkan bahwa salah satu waktu lebih unggul secara umum.
Minum Susu Setelah Olahraga
Selain waktu pagi dan malam, susu juga dapat dikonsumsi setelah berolahraga. Kandungan protein dalam susu disebut dapat mendukung pertumbuhan otot dan membantu memperbaiki komposisi tubuh.
Protein juga dapat membantu menurunkan berat badan dengan memperbaiki metabolisme dan meningkatkan rasa kenyang setelah makan. Rasa kenyang tersebut dapat berujung pada berkurangnya asupan kalori harian.
Atas dasar itu, orang yang memiliki tujuan menurunkan berat badan disarankan minum susu setelah berolahraga. Konsumsi setelah aktivitas fisik dinilai dapat mendukung kebutuhan protein sekaligus membantu proses pemulihan tubuh.
Namun, manfaat tersebut tidak berarti susu menjadi satu-satunya faktor dalam penurunan berat badan atau pembentukan otot. Artikel tersebut hanya menyebut peran protein dari susu dalam membantu metabolisme, meningkatkan rasa kenyang, serta mendukung pertumbuhan otot setelah olahraga.
Kelompok yang Perlu Membatasi Konsumsi Susu
Tidak semua orang dapat mengonsumsi susu secara bebas. Orang dengan intoleransi laktosa atau alergi susu disarankan menghindari susu.
Intoleransi laktosa merupakan kondisi ketika tubuh tidak mampu mencerna gula dalam susu. Kondisi tersebut dapat menimbulkan gas, kembung, dan diare.
Penderita diabetes juga perlu membatasi konsumsi susu karena kandungan laktosa di dalamnya dapat meningkatkan kadar gula darah. Sebagai pilihan, kelompok tersebut dapat mempertimbangkan susu nabati, termasuk susu almond dan susu kedelai.
Dengan demikian, waktu minum susu sebaiknya tidak hanya dilihat dari pilihan pagi atau malam. Bagi orang yang ingin menurunkan berat badan, konsumsi setelah olahraga dapat menjadi pilihan. Sementara itu, orang dengan intoleransi laktosa, alergi susu, atau diabetes perlu memperhatikan kondisi tubuh dan membatasi konsumsi sesuai kebutuhan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















