Headline.co.id, Lumajang ~ Erupsi Gunung Semeru terjadi tiga kali pada Kamis (5/11/2026) pagi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, disertai awan panas guguran. Jarak luncur awan panas terus meningkat dalam rangkaian erupsi tersebut, dari 3.000 meter pada erupsi pertama hingga 4.500 meter atau 4,5 kilometer pada erupsi ketiga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan untuk mengantisipasi dampak aktivitas vulkanik terhadap masyarakat di kawasan rawan bencana. Pemantauan dilakukan melalui kamera pengawas atau CCTV di sejumlah pos pantau, terutama di kawasan Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan pemantauan dilakukan untuk mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Semeru. Menurut dia, BPBD bersiaga dengan memanfaatkan CCTV yang berada di pos-pos pantau.
“Untuk upaya dari BPBD, yang pertama kita juga siaga dan melakukan pemantauan melalui CCTV dari pos-pos pantau Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo,” ujar Yudhi, Kamis (5/11/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Tiga Kali
Berdasarkan pemantauan dan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, erupsi pertama tercatat pada pukul 06.33 WIB. Erupsi tersebut disertai kolom abu setinggi sekitar 700 meter dan awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 3.000 meter.
Erupsi kedua berlangsung pada pukul 08.43 WIB. Tinggi kolom abu yang teramati sekitar 700 meter, sedangkan jarak luncur awan panas guguran mencapai 3.500 meter.
Selanjutnya, erupsi ketiga terjadi pada pukul 09.24 WIB. Pada erupsi ini, jarak luncur awan panas guguran mencapai 4.500 meter atau 4,5 kilometer.
Rangkaian tersebut menunjukkan jarak luncur awan panas guguran yang meningkat dari satu erupsi ke erupsi berikutnya. Erupsi pertama tercatat dengan jarak luncur 3.000 meter, kemudian bertambah menjadi 3.500 meter pada erupsi kedua, sebelum mencapai 4.500 meter pada erupsi ketiga.
“Memang sejak tadi pagi terjadi beberapa kali erupsi dengan disertai awan panas guguran yang dikeluarkan Gunung Semeru,” jelas Yudhi.
Awan Panas Mengarah ke Besuk Kobokan
Yudhi menjelaskan, awan panas guguran Gunung Semeru terpantau meluncur ke arah tenggara menuju kawasan Besuk Kobokan. Sementara itu, abu vulkanik menyebar ke sejumlah arah, yakni tenggara, barat daya, hingga selatan.
Informasi mengenai arah luncuran awan panas dan sebaran abu tersebut menjadi bagian dari pemantauan BPBD Kabupaten Lumajang terhadap aktivitas Gunung Semeru. Pemantauan dilakukan melalui pos-pos pengamatan, termasuk kawasan Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo.
Hingga laporan tersebut disampaikan, BPBD Kabupaten Lumajang belum menerima laporan kerusakan akibat tiga kali erupsi Gunung Semeru. Meski demikian, pemantauan tetap ditingkatkan untuk mengikuti perubahan aktivitas vulkanik dan mengantisipasi potensi dampak terhadap masyarakat di kawasan rawan bencana.
BPBD Lumajang Imbau Masyarakat Waspada
BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perkembangan aktivitas Gunung Semeru. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang dan mematuhi rekomendasi keselamatan sesuai perkembangan aktivitas vulkanik.
Pemantauan berkelanjutan melalui pos pengamatan dan koordinasi antarpihak menjadi bagian dari kesiapsiagaan BPBD Lumajang. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko bencana serta menjaga keselamatan masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak aktivitas Gunung Semeru.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















