Headline.co.id, Kendal ~ Persebaya mengawali kiprahnya di Grup G I.League Cup 2026/27 dengan kekalahan setelah takluk 2-3 dari Kendal Tornado FC di Stadion Sriwedari, Selasa (3/11). Hasil tersebut terjadi meski Persebaya lebih dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan 14 tembakan. Kendal Tornado mampu memanfaatkan peluang dengan lebih efektif, sedangkan Persebaya dihukum oleh sejumlah kesalahan saat kehilangan bola dan melakukan transisi. Seusai pertandingan, Bernardo Tavares menyatakan bertanggung jawab penuh atas kekalahan timnya.
Persebaya sempat menunjukkan upaya bangkit setelah tertinggal. Ramadhan Sananta mencetak gol pada menit ke-71, disusul Toni Firmansyah pada menit ke-78. Namun, dua gol tersebut belum cukup untuk menghindarkan Bajol Ijo dari kekalahan pada laga perdana Grup G.
Secara statistik, Persebaya mencatatkan 64 persen penguasaan bola dan melepaskan 14 tembakan. Dominasi tersebut belum mampu dikonversi menjadi kemenangan karena Kendal Tornado tampil lebih efektif ketika memperoleh peluang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Persebaya harus membayar mahal kesalahan yang terjadi sepanjang pertandingan. Kendal Tornado mampu membaca situasi ketika tim asuhan Tavares kehilangan bola dalam proses membangun serangan dan saat transisi. Kesalahan itu kemudian dimanfaatkan untuk melancarkan serangan balik yang membahayakan.
Persebaya Kalah Efektif dari Kendal Tornado
Tavares memberikan apresiasi kepada Kendal Tornado FC setelah pertandingan. Menurut pelatih asal Portugal tersebut, kemenangan lawan menunjukkan bahwa penguasaan bola dan jumlah tembakan bukan satu-satunya penentu hasil dalam pertandingan.
“Selamat untuk Kendal Tornado atas kemenangan ini. Mereka mampu memanfaatkan peluang dengan lebih baik. Dalam sepak bola, penguasaan bola dan jumlah tembakan tidak selalu menjamin kemenangan. Kami harus lebih efektif ketika mendapatkan kesempatan,” ujar Tavares dalam sesi konferensi pers.
Pelatih berusia 47 tahun itu menilai efektivitas menjadi salah satu pembeda dalam pertandingan tersebut. Persebaya memang mampu mengendalikan sebagian besar jalannya laga, tetapi Kendal Tornado lebih baik dalam memaksimalkan kesempatan yang didapat.
Selain efektivitas, Tavares juga menyoroti kesalahan teknis ketika Persebaya kehilangan bola. Umpan yang tidak berjalan baik membuat lawan memperoleh ruang untuk membangun serangan.
“Kami melakukan beberapa kesalahan, terutama ketika kehilangan bola saat transisi. Ada umpan yang tidak berjalan dengan baik dan situasi tersebut bisa dimanfaatkan lawan untuk menyerang. Hal-hal seperti ini harus kami evaluasi karena pada level kompetisi seperti ini, kesalahan kecil bisa berujung fatal,” jelasnya.
Tavares Apresiasi Perjuangan Pemain
Di balik kekecewaan atas kekalahan, Tavares tetap memberikan apresiasi terhadap sikap para pemain Persebaya. Ia melihat para pemain tidak berhenti berusaha meski berada dalam posisi tertinggal.
Persebaya terus mengejar ketertinggalan hingga menit-menit akhir. Dua gol yang dicetak Sananta dan Toni menjadi gambaran upaya tersebut, meski belum mampu mengubah hasil pertandingan.
“Saya senang dengan sikap dan karakter yang ditunjukkan para pemain sepanjang pertandingan. Mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik hingga akhir laga,” kata Tavares.
Apresiasi itu menjadi salah satu catatan positif yang ingin dipertahankan Persebaya setelah hasil mengecewakan di Stadion Sriwedari. Namun, tim tetap harus mengevaluasi kesalahan dalam transisi dan penyelesaian peluang agar tidak kembali mengalami masalah serupa.
Tanggung Jawab Penuh atas Kekalahan Persebaya
Kekalahan dari Kendal Tornado membuat pekerjaan Persebaya semakin berat. Sebelumnya, Green Force hanya bermain imbang 1-1 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (30/10).
Dengan demikian, Persebaya belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan terakhir. Hasil tersebut belum sesuai dengan harapan tim kebanggaan Bonek dan Bonita.
Dalam situasi itu, Tavares memilih mengambil tanggung jawab atas hasil pertandingan. Ia menegaskan bahwa kekalahan tersebut tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada para pemain karena keputusan dan evaluasi selama laga berada dalam tanggung jawabnya sebagai pelatih.
“Terkait hasil ini, saya bertanggung jawab sepenuhnya sebagai pelatih. Kekalahan ini menjadi tanggung jawab saya,” tutup Tavares.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















