Headline.co.id, Serdang Bedagai ~ Sei Rampah—Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) memperkuat monitoring dan evaluasi pengadaan barang dan jasa Tahun Anggaran 2026. Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan yang digelar Bagian Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Sergai di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Senin (28/9/2026). Monitoring ini ditujukan untuk memastikan proses pengadaan berjalan tertib, tepat waktu, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan tersebut dibuka Bupati Sergai H. Darma Wijaya yang diwakili Sekretaris Daerah Sergai Suwanto Nasution. Forum itu dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Pejabat Pengadaan untuk memperkuat koordinasi serta memantau kesesuaian perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan realisasi anggaran.
Monitoring Pengadaan Sergai untuk Deteksi Kendala Sejak Dini
Suwanto mengatakan monitoring dan evaluasi menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antar-OPD. Menurut dia, kegiatan tersebut juga diperlukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan perencanaan dan realisasi anggaran yang telah ditetapkan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ia menilai pemantauan secara berkala penting untuk mengidentifikasi kendala sejak dini. Dengan demikian, setiap persoalan dapat segera ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Monitoring dan evaluasi itu mencakup pelaksanaan kegiatan serta pengadaan barang dan jasa pada Tahun Anggaran 2026. Pemkab Sergai menempatkan ketertiban, ketepatan waktu, transparansi, dan akuntabilitas sebagai tujuan utama dalam pemantauan tersebut.
Pemkab Sergai Manfaatkan SIP-MONEV
Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Sergai Arie Fadli Utami mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung pengadaan yang tertib, efektif, efisien, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain pemantauan secara berkala, Pemkab Sergai memanfaatkan SIP-MONEV Kabupaten Sergai untuk mendukung monitoring dan evaluasi. Arie menjelaskan, SIP-MONEV merupakan singkatan dari Sistem Informasi Pelaporan, Monitoring, dan Evaluasi.
“Selain melalui mekanisme monitoring secara berkala, Pemkab Sergai juga memanfaatkan SIP-MONEV Kabupaten Sergai dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi. SIP-MONEV atau Sistem Informasi Pelaporan, Monitoring, dan Evaluasi merupakan aplikasi internal yang digunakan untuk memantau, melaporkan, dan mengevaluasi perkembangan pelaksanaan program kerja serta serapan anggaran pada setiap instansi,” kata Arie.
Aplikasi internal tersebut digunakan untuk memantau perkembangan program kerja dan serapan anggaran pada setiap instansi. Melalui sistem itu, setiap OPD dapat menyampaikan laporan realisasi fisik dan keuangan kegiatan.
Data realisasi fisik dan keuangan tersebut kemudian menjadi bahan untuk memantau perkembangan pekerjaan serta penggunaan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Data Menjadi Dasar Tindak Lanjut OPD
Arie mengatakan penggunaan SIP-MONEV diharapkan membuat monitoring pelaksanaan program dan pengadaan dapat dilakukan secara lebih terukur dan terdokumentasi. Informasi yang dihimpun melalui sistem itu juga dapat digunakan perangkat daerah untuk menindaklanjuti kegiatan yang memerlukan perhatian.
“Dengan pemanfaatan sistem informasi tersebut, monitoring pelaksanaan program dan pengadaan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terukur dan terdokumentasi. Informasi yang tersedia juga dapat menjadi bahan bagi perangkat daerah dalam melakukan tindak lanjut terhadap kegiatan yang memerlukan perhatian,” ujar Arie.
Dengan mekanisme monitoring berkala dan dukungan SIP-MONEV, Pemkab Sergai memantau keterkaitan perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, laporan realisasi fisik dan keuangan, serta serapan anggaran. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pengadaan barang dan jasa Tahun Anggaran 2026 berjalan sesuai ketentuan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















