Headline.co.id, Sumenep ~ Puskesmas Pamolokan di Kabupaten Sumenep meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan melakukan skrining langsung di tengah masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Paberasan, Kecamatan Kota, pada Kamis (7/5/2026) sebagai bagian dari langkah pemerintah untuk memutus rantai penularan penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.
Kepala Puskesmas Pamolokan, Novia Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa skrining sistematis ini bertujuan untuk mempercepat deteksi dini kasus TBC dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan. “Kami tugaskan sejumlah tenaga kesehatan dari Puskesmas Pamolokan dibantu kader kesehatan desa agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan maksimal,” ujarnya.
Novia menambahkan bahwa keterlibatan tenaga kesehatan dan kader desa merupakan strategi penting agar pemeriksaan dapat dilakukan lebih cepat dan memberikan edukasi langsung kepada warga mengenai gejala dan bahaya TBC. “Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang harus ditangani sejak dini. Karena itu, kami terus mendorong masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC,” tegasnya.
Kegiatan yang dipimpin oleh dr. Ima ini mendapat respons positif dari masyarakat. Dari 148 undangan yang disebarkan, sebanyak 131 orang hadir untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan. Untuk memastikan pelayanan berjalan tertib dan nyaman, pemeriksaan dibagi berdasarkan jadwal kedatangan peserta per jam sehingga antrean panjang dapat dihindari.
Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai gejala TBC, pola penularan, dan pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah desa setempat mengapresiasi pelaksanaan skrining ini. Sekretaris Desa Paberasan, Hairul Anwar, menilai kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat karena layanan kesehatan dapat diakses langsung di lingkungan desa.
“Kami berterima kasih kepada Puskesmas Pamolokan dan seluruh tenaga kesehatan yang telah melaksanakan kegiatan ini. Warga sangat terbantu karena bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara langsung di desa,” ungkapnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit menular.
Langkah jemput bola yang dilakukan Puskesmas Pamolokan ini menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas agar penanganan TBC dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan menyeluruh di tingkat masyarakat.






















