Headline.co.id, Parigi Moutong ~ BPBD Parigi Moutong menyiagakan personel gabungan dan armada tangki air untuk menghadapi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat musim kemarau dan fenomena El Nino. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi evaluasi penanganan bencana hidrometeorologi di Ruang Rapat Kantor BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (23/9/2026). Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyiapkan posko siaga darurat hingga tingkat kecamatan dan desa untuk mempercepat pemantauan, koordinasi, serta penanganan di wilayah rawan.
Rapat dipimpin secara virtual oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai. Pertemuan itu melibatkan Polres, Kejaksaan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Palang Merah Indonesia (PMI), serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
BPBD Parigi Moutong Bentuk Posko Siaga Darurat
Rivai menegaskan, Pemkab Parigi Moutong akan mempertebal koordinasi penanganan bencana sampai ke tingkat kecamatan dan desa melalui pembentukan posko siaga darurat. Posko tersebut dirancang sebagai sentra komando terpadu untuk memantau, mengoordinasikan, dan mengeksekusi penanganan dampak kekeringan maupun karhutla secara terukur.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Rivai, BPBD telah memetakan penempatan personel gabungan sekaligus dukungan logistik untuk wilayah yang membutuhkan penanganan. Penempatan itu disusun untuk mendukung distribusi air bersih serta mempercepat respons apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Untuk Kecamatan Mepanga, pemerintah menyiagakan tiga personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD. Kekuatan tersebut didukung satu personel Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Sulawesi Tengah serta satu unit mobil tangki air.
Sementara itu, penanganan di Kecamatan Bolano diperkuat dengan empat personel TRC BPBD, satu personel BPBPK Provinsi Sulawesi Tengah, dua anggota PMI, dan satu aparat Satpol PP. Dukungan mobilitas di wilayah itu terdiri atas dua unit mobil tangki air bersih.
Distribusi Air Bersih Jadi Fokus Penanganan Kekeringan
Rivai menjelaskan, intervensi untuk mengatasi kekeringan akan difokuskan pada distribusi air bersih ke kantong-kantong desa yang sumber airnya mulai menyusut secara drastis. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari langkah taktis pemerintah dalam merespons dampak musim kemarau di wilayah Parigi Moutong.
Di sisi lain, mitigasi karhutla diarahkan pada kecepatan merespons laporan kejadian, penerapan taktik pemadaman, serta pelokalisasian area rambatan api. Penanganan itu dilakukan agar kebakaran tidak meluas dan dapat dikendalikan secara terukur melalui koordinasi personel gabungan.
Rivai juga menekankan agar setiap tindakan di lapangan mengikuti prosedur dan dasar hukum yang jelas. “Seluruh manuver di lapangan tetap berpegang teguh pada prosedur dan payung hukum yang jelas,” demikian penekanan Rivai dalam rapat tersebut.
Penekanan terhadap prosedur diperlukan untuk memastikan penanganan kekeringan dan karhutla berjalan sesuai ketentuan serta menghindari persoalan di kemudian hari. Koordinasi BPBD, unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, PMI, dan perangkat di tingkat kecamatan maupun desa menjadi bagian dari skema penanganan tersebut.
El Nino Sangat Kuat, Warga Diminta Tidak Membakar
Urgensi kesiapsiagaan diperkuat oleh analisis Kepala Stasiun Meteorologi Mutiara Palu, Taufik Hidayah. Ia mengonfirmasi bahwa fenomena El Nino masih berlangsung dalam fase yang sangat kuat.
“El Nino saat ini masih berlangsung dalam fase yang sangat kuat,” kata Taufik sebagaimana disampaikan dalam rapat koordinasi. Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana iklim yang fluktuatif, mulai dari kekeringan ekstrem hingga karhutla.
Merespons kondisi itu, perwakilan Polres Parigi Moutong, Sugianto, mengimbau warga menghentikan kebiasaan membakar sampah secara sembarangan. Warga juga diminta tidak membuka lahan perkebunan menggunakan metode pembakaran.
Jajaran kepolisian meminta camat dan kepala desa bersikap proaktif melaporkan setiap temuan titik api kepada polsek atau subsektor terdekat. Pelaporan secara cepat diharapkan mendukung percepatan mitigasi dan mencegah bencana berkembang lebih luas.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















