Headline.co.id, Depok ~ Pemerintah Indonesia menggerakkan sekitar 42 ribu pondok pesantren dan 80 ribu madrasah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak. Program ini diluncurkan pada Minggu (12/7/2026) di Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, Jawa Barat, sebagai bagian dari strategi nasional untuk menyediakan ruang aman bagi anak di berbagai lingkungan, termasuk keluarga, pendidikan, ruang publik, dan digital.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan bahwa gerakan ini harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata, bukan hanya sekadar sosialisasi. “Gerakan ini harus diimplementasikan melalui perubahan sistem dan budaya di seluruh satuan pendidikan,” ujar Pratikno. Peluncuran ini merupakan tahap awal yang akan diperluas ke satuan pendidikan umum dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Perlindungan Anak sebagai Tanggung Jawab Bersama
Pratikno menegaskan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan lintas kementerian, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan keluarga. Ia mengapresiasi Pesantren Al-Hamidiyah yang telah membangun sistem perlindungan anak secara komprehensif. “Praktik baik ini diharapkan dapat menjadi model bagi seluruh pesantren dan madrasah di Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan kesiapan Kementerian Agama untuk mengimplementasikan gerakan ini di seluruh lembaga pendidikan keagamaan. “Sekitar 42 ribu pondok pesantren dan 80 ribu madrasah siap menjalankan komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak,” tegas Nasaruddin.
Sinergi Lintas Sektor untuk Perlindungan Anak
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menyebut gerakan ini sebagai implementasi dari kebijakan perlindungan anak yang mencakup ruang digital dan budaya sekolah yang aman. “Keberhasilan program ini sangat bergantung pada meningkatnya kesadaran seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah, Oman Fathurahman, menyatakan dukungannya terhadap gerakan ini dan siap menjadi contoh penerapan pesantren ramah anak. Pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor dapat membangun ekosistem perlindungan anak yang berkelanjutan, sehingga setiap anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang tanpa ancaman kekerasan.














