Apakah Boleh Mengqadha Puasa Ramadhan Digabung dengan Puasa Syawal, Ini Penjelasanya?

  • Whatsapp
Bagaimana hukumnya mengabungkan puasa syawal dengan ganti puasa ramadan
ilustrasi (Shutterstock)

Headline.co.id (Jakarta) ~ Usai menjalankan ibadah puasa ramadan dan merayakan hari raya idul fitri tentu banyak orang yang melaksanakan puasa sunah 6 hari di bulan syawal. tak jarang juga terdapat beberapa orang yang memiliki hutang puasa ramadan dan hendak menggabungkan dengan puasa syawal apakah diperbolehkan.

baca juga: Mau Dapat Pahala Seperti Pasa Setahun Penuh, Ini Niat dan Tata Cara Puasa 6 Hari Syawal

Read More

Pertanyaan diatas sama dengan yang ditanyakan salah seoarang warga asal Bekasi yang bertanya bolehkah orang meng-qadha puasa ramadannya sekaligus meniatkan puasanya sebagai puasa sunah?

Berikut pertanyaan dan jawaban lengkapnya seperti dilansir NU Online:

Pertanyaan:

Setelah 1 Syawal banyak orang mengamalkan puasa sunah enam hari di bulan Syawal. Pertanyaan saya begini, bolehkah orang mengqadha puasa Ramadhannya sekaligus meniatkan puasanya sebagai puasa sunah? Mohon penjelasan. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Suparta/Bekasi)

Jawaban:

Puasa sunah Syawal yang dilaksanakan selama 6 hari setelah sangat dianjurkan mengingat keutamaan seolah mendapatkan pahala puasa setahun penuh.

Hanya saja, bagi orang yang memiliki utang puasa Ramadan dianjurkan untuk mengqadha atau membayar segera utang puasanya.

baca juga: Sebuah Penelitian di Cina Sebut Uji Vaksin Corona Menunjukkan Harapan

Setelah utang puasa Ramadannya terbayar, maka ia boleh melanjutkannya dengan puasa sunah Syawal.

Hal itu bisa di lihat  di Al-Khatib As-Syarbini, Mughnil Muhtaj, Beirut, Darul Marifah, cetakan pertama, 1997 M/1418 H, juz I, halaman 654).

“Kalau seseorang mengqadha puasa, berpuasa nadzar, atau berpuasa lain di bulan Syawal, apakah mendapat keutamaan sunah puasa Syawal atau tidak? Saya tidak melihat seorang ulama berpendapat demikian, tetapi secara zahir, dapat. Tetapi memang ia tidak mendapatkan pahala yang dimaksud dalam hadits khususnya orang luput puasa Ramadhan dan mengqadhanya di bulan Syawal karena puasanya tidak memenuhi kriteria yang dimaksud. Karena itu sebagian ulama berpendapat bahwa dalam kondisi seperti itu ia dianjurkan untuk berpuasa enam hari di bulan Dzul qa’dah sebagai qadha puasa Syawal,”

Apabila  tidak melanjutkan utang puasa wajibnya dengan puasa sunah Syawal, ia tetap dinilai mengamalkan sunah puasa Syawal meski tidak mendapatkan ganjaran seperti yang disebutkan di dalam sabda Rasulullah SAW.

Adapun mereka yang tidak berpuasa Ramadan tanpa uzur diharamkan untuk mengamalkan puasa sunah Syawal.

Mereka wajib mengqadha/membayar segera utang puasanya. Sedangkan mereka yang tidak berpuasa Ramadan karena uzur tertentu, makruh mengamalkan puasa sunah Syawal.

Disebutkan DaruSyamsuddin Ar-Ramli, Nihayatul Muhtaj dalam Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan ketiga, 2003 M/1424 H, juz III, halaman 208).

baca juga: Kasus Corona Melandai, Aktivitas Universitas dan Acara Olahraga di Tanzania Dibuka 1 Juni 2020

“Masalah di Tanbih dan banyak ulama menyebutkan bahwa orang yang tidak berpuasa Ramadhan karena uzur, perjalanan, masih anak-anak, masih kufur, tidak dianjurkan puasa sunah enam hari di bulan Syawal. Abu Zur‘ah berkata, tidak begitu juga. Ia tetap dapat pahala sunah puasa Syawal meski tidak mendapatkan pahala yang dimaksud karena efeknya setelah Ramadhan sebagaimana tersebut di hadits. Tetapi jika ia sengaja tidak berpuasa di bulan Ramadhan tanpa uzur, maka haram baginya puasa sunah. Masalah yang disebutkan Al-Mahamili mengikuti pandangan gurunya, Al-Jurjani. (Orang utang puasa Ramadhan makruh berpuasa sunah, kemakruhan puasa sunah bagi mereka yang tidak berpuasa Ramadhan karena uzur),”

Saran kami, bagi mereka yang memiliki utang puasa Ramadan baiknya mengqadha/membayar utang puasanya terlebih dahulu. Setelah itu mereka baru boleh mengamalkan puasa sunah Syawal.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *