Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Pada 29-30 April 2026, Tenaga Ahli Menteri Koperasi, Ainun Nazriah, melakukan identifikasi terhadap sejumlah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Provinsi Gorontalo. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menetapkan koperasi yang sudah beroperasi sebagai offtaker atau penampung hasil panen, guna menjaga stabilitas harga pangan dan memotong rantai pasok yang panjang.
Dalam kunjungan tersebut, Ainun didampingi oleh fungsional Pengawas Koperasi, Syarifudin Nasaru, mengunjungi beberapa lokasi strategis. Di antaranya adalah KDMP Bandungan di Kabupaten Bone Bolango yang mengelola gerai sembako dan distribusi telur, KUD Usra Tapa yang fokus pada jual beli beras dan jasa Rice Milling Unit (RMU), serta Koperasi Wanita Kasih Ibu di Kota Gorontalo.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka, menyatakan bahwa saat ini terdapat 24 unit gerai di wilayah tersebut yang siap beroperasi secara penuh. “Revitalisasi peran koperasi sangat penting untuk melindungi petani dari anjloknya harga saat musim panen raya,” ujar Fayzal dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).
Fayzal menambahkan bahwa sebagai offtaker, koperasi akan bertindak sebagai pembeli siaga yang menyerap komoditas unggulan seperti gabah dan jagung. “Kehadiran koperasi sebagai offtaker akan sangat membantu petani dalam menjaga harga komoditas,” tegas Fayzal.
Kegiatan identifikasi ini juga dihadiri oleh Sekretaris Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi. Kehadiran pejabat kementerian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat badan usaha desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Selain menjadi penyerap hasil tani, Koperasi Desa Merah Putih juga direncanakan menjalin kemitraan strategis dengan Bulog dalam pengelolaan stok pangan nasional serta menjadi penyalur bantuan sosial bagi warga desa. “Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.





















