Headline.co.id, Jakarta ~ Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh mengadakan pelayanan Keluarga Berencana (KB) secara serentak. Kegiatan ini menyasar masyarakat hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan tujuan memperluas akses layanan KB yang berkualitas, mudah dijangkau, dan merata bagi seluruh masyarakat.
Acara kick off Harganas ke-33 dan Pelayanan KB Serentak 2026 dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, bersama tim Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), serta tenaga kesehatan Puskesmas Ingin Jaya, Aceh Besar, pada Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara daring oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program keluarga berencana tidak hanya berfokus pada penggunaan alat kontrasepsi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. “Negara hadir dalam program KB adalah melakukan layanan kesehatan, layanan ekonomi, dan layanan psikologis. Supaya anak-anak kita dapat pengasuhan yang seimbang, yang bagus, yang adil, dan itu bagian dari hak anak-anak kita,” ujar Wihaji.
Menurut Wihaji, program keluarga berencana juga menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Semua yang kita kerjakan ini hanya satu, pengentasan kemiskinan. Semangatnya KB cuma ini. Agar warga negara Indonesia besok tidak ada yang miskin,” katanya.
Wihaji juga mengingatkan pentingnya memperluas akses pelayanan KB guna mencegah kehamilan yang tidak direncanakan yang dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan anak, stunting, serta berbagai persoalan sosial lainnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga/BKKBN, Wahidin, melaporkan bahwa pelayanan KB serentak akan berlangsung hingga 8 Juli 2026. Menurutnya, program tersebut difokuskan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, terutama yang berada di wilayah 3T. “Jadi harapannya teman-teman yang ada di lini terdepan bisa mendatangi langsung ke tempat-tempat pelayanan. Jadi kita mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama untuk wilayah tertinggal, terdepan dan terluar,” jelas Wahidin.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, turut mengedukasi para akseptor mengenai pentingnya penggunaan alat kontrasepsi sebagai bagian dari perencanaan kehamilan dan pembangunan keluarga yang berkualitas. Pelayanan KB serentak yang dilaksanakan di Puskesmas Ingin Jaya mencakup pemasangan dua alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) dan lima implan.
Melalui momentum Harganas ke-33, BKKBN Aceh berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan keluarga berencana sehingga dapat mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.























