Headline.co.id, Bangunan ~ Pemerintah Provinsi Banten meluncurkan Program Sekolah Gratis yang memberikan kesempatan kepada ribuan siswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan. Program ini menjadi harapan bagi siswa yang terancam putus sekolah karena kendala ekonomi. Salah satu penerima manfaat adalah Abdoel Hafidz, siswa SMK PGRI Pandeglang, yang sempat khawatir tidak bisa melanjutkan sekolah setelah kehilangan ibunya dan ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan di luar kota.
Hafidz merasa lega setelah diterima di SMK PGRI Pandeglang yang mengikuti Program Sekolah Gratis. “Saya ingin memeluk gubernur dan mengucapkan terima kasih. Karena sekolah gratis ini, saya tetap bisa sekolah dan ayah saya tidak lagi memikirkan biaya sekolah saya,” ujar Hafidz, Kamis (16/7/2026).
Kisah serupa dialami Muhammad Hasbi Fabiansyah, siswa baru kelas X Program Keahlian Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim di SMK PGRI Pandeglang. Hasbi, yang berasal dari Desa Gunungputeri, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, awalnya tidak diterima di SMA Negeri 6 Pandeglang melalui jalur domisili. Ia kemudian mendaftar ke SMK PGRI Pandeglang dan baru mengetahui sekolah tersebut mengikuti Program Sekolah Gratis setelah melihat spanduk di depan sekolah. “Saya baru tahu waktu mau daftar. Ternyata sekolahnya gratis, cuma bayar seragam,” ujarnya.
Hasbi tinggal bersama ibunya, Lilis Herlis, yang berjualan jajanan dan minuman di warung kecil. Menurutnya, program ini sangat membantu karena keluarganya tidak lagi terbebani biaya SPP setiap bulan, sehingga dapat lebih fokus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia juga menyebutkan bahwa kakaknya pernah terpaksa menghentikan kuliah karena keterbatasan biaya, membuatnya semakin menghargai kesempatan untuk tetap bersekolah.
Program Sekolah Gratis Pemprov Banten membuka akses pendidikan bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri agar tetap dapat bersekolah di SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta tanpa dibebani biaya SPP. Kebijakan ini menjadi solusi bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas agar anak-anak mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Pada Tahun Ajaran 2025–2026, sebanyak 801 sekolah swasta jenjang SMA, SMK, dan SKh telah bergabung dalam Program Sekolah Gratis. Sebanyak 60.705 siswa telah terverifikasi sebagai penerima manfaat. Di balik capaian tersebut, terdapat ribuan kisah perjuangan keluarga yang kini dapat bernapas lega karena anak-anak mereka tetap memiliki kesempatan meraih pendidikan dan mewujudkan cita-cita.


















