Headline.co.id, Lumajang ~ Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang menekankan pentingnya peran desa dampingan dalam pelaksanaan program Jatim Terbaik’s (Jawa Timur Tanggap terhadap Ibu Hamil Risiko Stunting) di tingkat masyarakat. Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menyatakan bahwa desa dampingan tidak hanya berfungsi sebagai alat pendataan, tetapi juga sebagai sarana intervensi langsung bagi ibu hamil yang berisiko.
“Desa dampingan merupakan ruang kerja nyata Jatim Terbaik’s di tingkat akar rumput. Di sini kami memastikan ibu hamil berisiko tidak hanya terdata, tetapi juga didampingi secara berkelanjutan,” ujarnya dalam kegiatan di Puskesmas Pasirian, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (28/4/2026).
Dewi Natalia menjelaskan bahwa setiap ibu hamil yang teridentifikasi berisiko akan masuk dalam sistem pendampingan intensif. Pendampingan ini mencakup pemantauan kesehatan, pemenuhan gizi, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, hingga penanganan dini terhadap potensi gangguan kehamilan seperti anemia dan kekurangan energi kronis.
Menurutnya, pendekatan tersebut dirancang untuk menutup celah dalam penanganan stunting, terutama pada aspek keberlanjutan pendampingan setelah proses identifikasi awal. “Tanpa pendampingan yang konsisten, risiko tidak akan tertangani secara optimal. Karena itu, pendampingan dilakukan hingga ke tingkat keluarga,” katanya.
Dewi Natalia menambahkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk kader, tenaga kesehatan, dan keluarga sebagai lingkungan terdekat ibu hamil. “Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga memiliki peran penting karena perubahan perilaku dimulai dari lingkungan rumah,” ujarnya.
Melalui penguatan desa dampingan, TP PKK Lumajang menargetkan sistem pencegahan stunting yang lebih responsif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung target zero stunting baru pada 2026.






















