Headline.co.id, Gorontalo ~ Pemerintah Provinsi Gorontalo tengah mempersiapkan 5.000 unit alat musik tradisional polopalo sebagai suvenir resmi untuk acara Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, menyatakan keyakinannya bahwa produksi polopalo akan selesai tepat waktu sebelum acara dimulai. Pembuatan suvenir ini melibatkan pegawai dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di provinsi tersebut, dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai koordinator utama.
Sudarman Samad menjelaskan bahwa hingga saat ini, sebanyak 2.391 polopalo telah diterima oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu, 1.746 unit telah dilaporkan selesai di OPD lainnya, sehingga total 4.137 unit telah rampung. “Sisanya masih dalam tahap potongan bambu, pembentukan, pemasangan karet, dan uji bunyi,” ujar Sudarman pada Selasa, 16 Juni 2026.
Proses pembuatan polopalo juga melibatkan 27 pengrajin yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Bonepantai, Suwawa Timur, dan Kecamatan Tapa. Diharapkan, kehadiran polopalo dalam acara PENAS XVII dapat memperkenalkan budaya Gorontalo kepada peserta dari seluruh Indonesia. Polopalo adalah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu dan berbentuk menyerupai garpu tala. Alat musik ini memiliki lubang di bagian bawah untuk mengatur nada saat dipukul ke lutut pemainnya. Dahulu, polopalo sering digunakan oleh petani untuk menghibur diri di sawah atau saat beternak sapi.
Kini, polopalo dimainkan secara berkelompok dalam ansambel musik. Sejak tahun 2015, polopalo telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh pemerintah pusat. Acara Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan dijadwalkan berlangsung pada 20-25 Juni 2026.




















