Headline.co.id, Banda Aceh ~ Pemerintah Aceh mengimbau PT Pertamina Patra Niaga dan pengelola SPBU untuk meningkatkan pelayanan selama bulan Agustus 2026 guna mengurangi antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM). Langkah-langkah yang diusulkan termasuk penambahan operator di dispenser dan penempatan petugas khusus untuk mengatur antrean di setiap SPBU.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyatakan bahwa rekomendasi ini merupakan hasil evaluasi tim Pemerintah Aceh yang dikoordinasikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh, Teuku Robby Izra. Tim tersebut juga melibatkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Teuku Adi Darma, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh Asnawi, serta Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh Zaini.
“Langkah ini diharapkan dapat mengurangi antrean panjang yang sering terjadi di SPBU,” ujar Nurlis dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).
Teuku Robby Izra mengungkapkan bahwa terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan antrean BBM di Aceh. Faktor pertama adalah aspek pasokan (supply), yang mencakup keterlambatan distribusi, keterbatasan armada pengangkut, serta gangguan cuaca yang mempengaruhi kelancaran pengiriman BBM.
Faktor kedua berasal dari sisi permintaan (demand), yaitu meningkatnya mobilitas masyarakat, aksi panic buying, masuknya kendaraan dari luar daerah, hingga penyalahgunaan BBM bersubsidi. Evaluasi menunjukkan bahwa sebagian konsumen dari kelompok masyarakat mampu maupun kendaraan industri beralih menggunakan BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, karena selisih harga yang cukup besar dibandingkan BBM nonsubsidi.
Faktor ketiga berkaitan dengan operasional SPBU, termasuk jam pelayanan yang belum optimal, lambatnya proses pengisian, keterbatasan dispenser, serta distribusi stok BBM yang belum merata di sejumlah lokasi.
Meski demikian, PT Pertamina Patra Niaga Regional Aceh memastikan bahwa ketersediaan stok BBM di wilayah Aceh masih dalam kondisi aman. Dalam pertemuan evaluasi tersebut, perwakilan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh menyatakan komitmennya untuk memperbaiki dan mengoptimalkan pelayanan di seluruh SPBU guna mengurangi antrean serta meningkatkan kenyamanan masyarakat.






