Headline.co.id, Jantho ~ Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar, Bahrul Jamil, menekankan pentingnya perlindungan anak sebagai tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurut Bahrul, pemenuhan hak-hak anak adalah fondasi penting untuk menciptakan generasi yang sehat, aman, dan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Pernyataan ini disampaikan saat membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Halaman Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Senin (27/7/2026).
Bahrul menegaskan bahwa perlindungan anak tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi memerlukan sinergi dari semua pihak. Keluarga menjadi benteng pertama dan utama dalam memenuhi hak-hak anak, yang kemudian diperkuat oleh sekolah, masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, akademisi, media massa, dunia usaha, hingga pemerintah pusat dan daerah. Setiap pihak memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain itu, Bahrul menilai anak juga merupakan mitra dalam upaya perlindungan. Anak didorong untuk berani menyampaikan pendapat, saling menjaga satu sama lain, serta berpartisipasi aktif sesuai usia dan kapasitasnya. “Anak-anak harus merasa aman dan bahagia, baik di lingkungan keluarga, sekolah, ruang publik, maupun di dunia digital,” katanya. Ia juga mengimbau agar anak-anak tidak ragu melaporkan jika mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan dengan menyampaikan kepada orang dewasa yang dipercaya atau memanfaatkan layanan SAPA 129.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKB PP dan PA) Aceh Besar, Drs. Fadhlan, menyatakan bahwa peringatan Hari Anak Nasional di Aceh Besar tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan ratusan anak. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi lomba mewarnai tingkat TK dan PAUD, lomba baca puisi berbahasa Aceh bagi siswa SD dan SMP, lomba hadang galah, serta pagelaran seni budaya yang menampilkan meucagok, jingle Forum Anak Aceh Besar, hingga pertunjukan teater.
Menurut Fadhlan, seluruh kegiatan diikuti sekitar 350 peserta yang terdiri atas 195 peserta lomba, 50 peserta pentas seni, serta 105 pendamping dan panitia. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kreativitas anak, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Aceh Besar yang ramah anak.
















