Headline.co.id, Palangka Raya ~ Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketpang) Kota Palangka Raya memperkuat langkah antisipasi untuk menghadapi potensi musim kemarau panjang tahun ini. Langkah ini diambil untuk memastikan produktivitas sektor pertanian tetap stabil meskipun menghadapi tantangan cuaca.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Sugianto, menyatakan bahwa langkah antisipatif terus dilakukan mengingat musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung cukup panjang. Beberapa upaya yang dilakukan meliputi percepatan masa tanam, penguatan pengelolaan air irigasi, pemanfaatan pompa air, serta penyaluran bantuan benih kepada kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT).
“Menghadapi kemarau panjang, kami sudah memberikan sosialisasi kepada para petani agar lebih memperhatikan pengelolaan air irigasi, memanfaatkan pompa air, dan mengatur pola tanam, terutama dengan menggunakan varietas benih berumur pendek,” ujar Sugianto pada Selasa (14/4/2026).
Terkait percepatan masa tanam, Sugianto menjelaskan bahwa hal tersebut mulai dilaksanakan sejak awal April 2026 dengan memanfaatkan curah hujan yang masih turun di sejumlah wilayah. Langkah ini diharapkan dapat menjaga produktivitas lahan pertanian sekaligus mengurangi risiko gagal panen saat musim kemarau tiba.
“Percepatan tanam dilakukan sesuai jadwal pada April 2026 karena masih ada hujan. Selain itu, kami juga telah memberikan imbauan dan sosialisasi kepada seluruh pelaku usaha pertanian, petani, dan pekebun terkait antisipasi karhutla,” jelas Sugianto.
Di sisi lain, program pemanfaatan pekarangan juga terus didorong melalui penyaluran benih hortikultura kepada KWT. Benih cabai, terong, tomat, sawi, bayam, dan kangkung telah disalurkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus menekan pengeluaran kebutuhan dapur.
“Khusus tahun ini, bantuan benih difokuskan pada komoditas jagung dan cabai dengan sasaran kelompok tani yang dinilai aktif dan produktif,” tambahnya.
Sugianto berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan produksi pangan lokal, menjaga pasokan kebutuhan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan Kota Palangka Raya di tengah ancaman musim kemarau. (MC Kota Palangka Raya/Usep/Eyv)



















