Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menekankan pentingnya peran Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) sebagai penjaga fakta dan integritas informasi di tengah ancaman misinformasi yang semakin meningkat di era digital. Hal ini disampaikan Meutya Hafid saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perum LKBN 2026 yang bertema “Mengokohkan Peran Strategis dalam Ekosistem Informasi Negara dan Transformasi Bisnis Media Digital” di Yogyakarta, Jumat (5/6/2026).
Meutya Hafid menegaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital dan menjamurnya media daring yang belum terverifikasi, keberadaan media yang kredibel seperti menjadi semakin penting. dinilai memiliki tanggung jawab strategis untuk menjaga kualitas informasi publik dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik dan akurasi pemberitaan. “harus menjadi penjaga fakta, mengawal prioritas nasional, menghubungkan negara dengan rakyatnya, serta menjadi narator Indonesia di mata dunia,” ujarnya.
Kepercayaan publik yang selama ini melekat pada disebut Meutya sebagai aset besar yang harus terus dijaga. “Logo itu sangat kuat dan dipercaya masyarakat. Kepercayaan yang tinggi ini adalah aset luar biasa yang tidak boleh dicederai oleh berita yang tidak benar atau belum tentu akurasinya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menkomdigi juga memastikan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan anggaran Public Service Obligation (PSO) bagi LKBN . Pemerintah bahkan mengupayakan peningkatan dukungan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan di berbagai sektor. Dukungan tersebut diperlukan agar tetap dapat menjalankan fungsi pelayanan publik dan menghadirkan informasi yang akurat hingga ke seluruh pelosok Indonesia. “PSO ini harus dilanjutkan dengan semangat yang sama, bahkan ditingkatkan. Kita harus memastikan informasi yang sampai ke masyarakat adalah informasi yang benar, sesuai amanat Pasal 28 UUD 1945,” katanya.
Selain memperkuat peran sebagai penyedia informasi publik, juga didorong untuk terus melakukan transformasi digital guna menjawab perubahan perilaku konsumsi informasi masyarakat. Namun demikian, percepatan digitalisasi harus tetap dibarengi dengan komitmen menjaga akurasi dan kualitas pemberitaan. Meutya menilai jaringan yang tersebar di berbagai daerah merupakan kekuatan strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan secara cepat, faktual, dan mudah dipahami masyarakat. “Kehadiran di berbagai daerah merupakan kekuatan terbesar. Kami berharap teman-teman wartawan mampu membuat informasi menjadi ringan, enak dibaca, dan relevan di tengah scroll time publik yang sangat cepat saat ini,” ujarnya.
Menutup arahannya, Menkomdigi mengajak seluruh insan media memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan misinformasi yang dinilai menjadi ancaman serius bagi kehidupan demokrasi dan peradaban global. “Kita harus berkejar-kejaran dengan waktu untuk menyelamatkan bangsa dan peradaban dari ancaman misinformasi. Semangat ini harus terus dijaga,” pungkasnya.








