Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Pendidikan

Dosen UGM Ungkap Keunggulan Atap Seng dalam Perspektif Berbeda

Ari Wibowo muhammad by Ari Wibowo muhammad
7 months ago
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
419 4
A A
0
Dosen UGM Ungkap Keunggulan Atap Seng dalam Perspektif Berbeda
ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Bangunan ~ Program “Gentengisasi” yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 mendapat berbagai tanggapan dari kalangan akademisi. Salah satu tanggapan datang dari Dr. Ashar Saputra, dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Ia menyatakan bahwa wacana tersebut perlu dikaji lebih mendalam.

Dr. Ashar menekankan pentingnya mempertimbangkan tiga aspek utama dalam memilih material atap bangunan, yaitu aspek teknis, sosial budaya, dan keberlanjutan. Menurutnya, ketiga aspek ini tidak dapat dipisahkan dalam perencanaan kebijakan pembangunan. “Saya tidak langsung mengomentari program gentengisasi itu sendiri, tetapi melihatnya dari tiga pendekatan tersebut. Setiap material pada atap memiliki konsekuensi yang berbeda,” ujarnya pada Kamis (5/2).

You might also like

Kasus ISPA Melonjak Akibat Kemarau dan Karhutla, Pakar UGM Beberkan Strategi Perlindungan Diri

Lonjakan Kasus ISPA di Tengah Kemarau dan Karhutla, Pakar UGM Ungkap Langkah Pencegahan

3 September 2026
Mahasiswa UGM Hidupkan Kembali Pakem Grĕntĕng melalui Karya Wayang Siswa

Mahasiswa UGM Revitalisasi Pakem Grĕntĕng Melalui Karya Wayang di SMK Negeri 1 Kasihan

3 September 2026

Dari segi teknis, Dr. Ashar menjelaskan bahwa genteng dan seng memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari kinerja maupun sifat fisiknya. Seng, yang berbentuk lembaran, dapat digunakan pada atap dengan kemiringan rendah hingga sekitar 5 persen tanpa risiko kebocoran. Sementara itu, genteng memerlukan kemiringan atap tertentu agar aman digunakan. “Genteng umumnya baru aman digunakan pada kemiringan lebih dari 30 persen. Hal ini sebenarnya sudah menunjukkan adanya perbedaan teknis yang cukup mendasar,” jelasnya.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Perbedaan berat material juga menjadi faktor penting. Genteng tanah liat, keramik, dan beton umumnya lebih berat dibandingkan seng, sehingga struktur atap dan bangunan harus dirancang lebih kuat. “Kalau bebannya besar, struktur harus mampu menahan. Saat terjadi gempa, massa yang besar juga meningkatkan risiko jika struktur tidak direncanakan dengan baik,” katanya. Namun, seng yang lebih ringan juga memiliki risiko tersendiri, terutama saat terjadi angin kencang.

Kemampuan material dalam merespons panas juga menjadi perhatian. Genteng yang berat cenderung lebih baik dalam meredam panas, membuat suhu di dalam bangunan lebih sejuk. Namun, di daerah pegunungan yang dingin, rumah yang dapat memanen panas matahari lebih dibutuhkan, sehingga seng bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Selain aspek teknis, Dr. Ashar menilai aspek sosial budaya juga penting. Indonesia memiliki keragaman suku, budaya, dan kepercayaan yang memengaruhi bentuk dan material bangunan rumah. Di beberapa wilayah, terdapat kepercayaan bahwa orang yang masih hidup tidak boleh tinggal di bawah material yang berasal dari tanah, sehingga masyarakat setempat memilih material atap selain genteng tanah. “Itu bukan soal teknis atau estetika, tetapi soal keyakinan sosial budaya. Hal seperti ini tidak bisa diabaikan atau diseragamkan,” jelasnya.

Desain rumah adat juga menjadi pertimbangan penting. Beberapa rumah tradisional, seperti Rumah Gadang di Sumatra Barat, Tongkonan di Toraja, atau rumah adat di Nias dan Papua, memiliki karakteristik tersendiri dalam bentuk atapnya. Bentuk tersebut memungkinkan penggunaan material seperti ijuk atau sirap yang lentur dan mudah dibentuk. “Jika menggunakan genteng yang berat dan kaku, itu akan menjadi tantangan tersendiri dan berpotensi menghilangkan karakter asli bangunan tradisional,” kata Dr. Ashar.

Aspek keberlanjutan atau sustainability juga disoroti. Pemilihan material seharusnya mempertimbangkan energi yang dibutuhkan sejak proses produksi hingga penggunaannya. “Harus dihitung berapa energi yang diperlukan dan emisi yang dihasilkan untuk membuat suatu material. Belum tentu penggunaan genteng selalu lebih hemat energi dibandingkan seng, atau sebaliknya,” ujarnya.

Dr. Ashar juga menyoroti perlunya kejelasan mengenai tujuan utama dari kebijakan tersebut, apakah menitikberatkan pada bentuk atap, jenis material, atau aspek estetika secara umum. Saat ini, tersedia berbagai material berbasis metal yang memiliki bentuk menyerupai genteng dan tampilan yang lebih rapi. “Kalau yang dikejar estetika, sebenarnya ada banyak alternatif material. Pertanyaannya, yang diinginkan itu materialnya, bentuknya, atau tampilan arsitekturnya,” katanya.

Di akhir, Dr. Ashar menekankan bahwa kebijakan terkait material bangunan sebaiknya tidak diterapkan secara seragam di seluruh wilayah Indonesia. Dengan kondisi geografis, budaya, dan kemampuan ekonomi masyarakat yang beragam, pendekatan yang fleksibel dinilai lebih tepat. “Indonesia itu beragam. Kalau semua dipaksa mengikuti satu pilihan, itu kurang sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Masyarakat seharusnya ditempatkan sebagai subjek, bukan sekadar objek pembangunan,” tutupnya.

Tags: BangunanBerita BangunanGentengisasiHeadlineProgram

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Ari Wibowo muhammad

Ari Wibowo muhammad

Related Stories

Kasus ISPA Melonjak Akibat Kemarau dan Karhutla, Pakar UGM Beberkan Strategi Perlindungan Diri

Lonjakan Kasus ISPA di Tengah Kemarau dan Karhutla, Pakar UGM Ungkap Langkah Pencegahan

by Dwina
3 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami peningkatan signifikan di Indonesia, terutama selama bulan Juli hingga Agustus...

Mahasiswa UGM Hidupkan Kembali Pakem Grĕntĕng melalui Karya Wayang Siswa

Mahasiswa UGM Revitalisasi Pakem Grĕntĕng Melalui Karya Wayang di SMK Negeri 1 Kasihan

by Wawan
3 September 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menghidupkan kembali...

Rakit Mesin Bertenaga Surya, Mahasiswa UGM Olah Ampas Kacang Hijau Jadi Pakan Domba

Inovasi Mahasiswa UGM: Mesin Femixa Bertenaga Surya untuk Olah Ampas Kacang Hijau

by Ari Wibowo muhammad
3 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan inovasi baru berupa mesin bernama Femixa yang bertenaga surya untuk...

Karhutla Marak di Area Konsesi, Akademisi UGM Soroti Rendahnya Kepatuhan Pengelola

Akademisi UGM: Kebakaran di Area Konsesi Butuh Pengelolaan Lebih Ketat

by masfajar
3 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sering terjadi di area konsesi perusahaan di Kalimantan menjadi perhatian serius...

UGM Kenalkan Praktik Kerja Sehat dan Ergonomis kepada Kelompok Tani

UGM Dorong Penerapan Ergonomi di Kalangan Petani Kulon Progo

by Ari Wibowo muhammad
3 September 2026
0

Headline.co.id, Bima ~ Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) berinisiatif meningkatkan kesehatan kerja petani melalui edukasi ergonomi, pemantauan lingkungan kerja,...

Mahasiswa Berhak Kritis, Jangan Benturkan dengan Warga

Insiden Demonstrasi di Yogyakarta: Mahasiswa UGM dan UNY Alami Luka

by Aditya
3 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Gelombang demonstrasi yang terjadi di Yogyakarta baru-baru ini menyoroti isu keamanan bagi para peserta aksi. Pada Selasa...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Dua remaja tampak duduk di pinggir Jalan Piyungan–Prambanan usai insiden penganiayaan brutal yang terjadi pada Rabu dini hari

Kejahatan Jalanan Kembali Terjadi di Piyungan, Remaja 19 Tahun Jadi Korban Sabetan Pedang

9 July 2025
Gol penalti Swiss jadi kontroversi karena terindikasi offiside sebelum terjadi pelanggaraan

Kontroversi VAR Pertama Piala Dunia 2026, FIFA Disorot usai Penalti Swiss ke Gawang Qatar

14 June 2026
Pemerintah Terapkan Registrasi SIM Biometrik Mulai 1 Juli 2026

Pemerintah Terapkan Registrasi SIM Biometrik Mulai 1 Juli 2026

31 May 2026
Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Indonesia ke Arab Saudi Dapat Apresiasi

Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Indonesia ke Arab Saudi Dapat Apresiasi

6 March 2026
:

Inflasi Gresik Stabil, Okupansi Hotel Berbintang Meningkat Signifikan

6 August 2026
Pemkot Probolinggo Salurkan BLT DBHCHT untuk Perkuat Perlindungan Sosial

Pemkot Probolinggo Salurkan BLT DBHCHT untuk Perkuat Perlindungan Sosial

9 December 2025
OJK dan Bareskrim Polri Lakukan Penggeledahan di PT MASI Terkait Dugaan Manipulasi IPO

OJK dan Bareskrim Polri Lakukan Penggeledahan di PT MASI Terkait Dugaan Manipulasi IPO

5 March 2026

Artikel Terbaru

Penyelidikan Korupsi Irak Meluas, Uang US$10 Juta dan 35 Properti Berhasil Disita

Eks Wakil Menteri Perminyakan Irak Ditahan, Aset Direktur Kantornya Rp177 Miliar Disita

4 September 2026
Pemerintah Irak Klaim Pulihkan Aset Lebih dari US$1 Miliar

Kasus Korupsi Migas Irak Memanas, Aset Lebih dari US$10 Juta Disita dalam Kasus Korupsi Migas Irak

4 September 2026
Korupsi Migas Irak Jadi Sorotan,

Eks Kepala Kantor Wakil Menteri Irak Terseret Korupsi, Uang Jutaan Dolar Diamankan

4 September 2026
Skandal Korupsi Migas Irak,

Eks Wakil Menteri Ditahan dalam Kasus Korupsi Migas Irak, Aset Lebih dari US$10 Juta Disita

4 September 2026
El Nino Menguat hingga 2027, Pemerintah Sebut Cadangan Beras Indonesia Tetap Aman

Mengapa El Nino Sangat Kuat Tidak Otomatis Memicu Bencana di Semua Wilayah?

4 September 2026
Operasi Antikorupsi Irak Bongkar Aset Besar, Eks Wakil Menteri Perminyakan Ikut Ditahan

Mengapa Kasus Eks Wakil Menteri Perminyakan Jadi Sorotan dalam Operasi Antikorupsi Irak?

4 September 2026
Kasus Korupsi Migas Irak Melebar, Eks Wakil Menteri Ditahan dan Puluhan Aset Disita

Irak Pulihkan Aset Lebih dari US$1 Miliar, Kasus Eks Wakil Menteri Perminyakan Ikut Diselidiki

4 September 2026

Popular Story

Gempa Bumi Bermagnitudo 3,1 Guncang Labuan Bajo, NTT
Nasional

Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Barat Laut Labuan Bajo, NTT

by wahyu
3 September 2026
0

Headline.co.id, Labuan Bajo ~ NTT diguncang gempa bumi dengan magnitudo 3,1 pada...

Read moreDetails

Polisi Muara Enim Intensifkan Edukasi Pencegahan Karhutla ke Rumah Warga

Kronologi Pembuangan Bayi di Semin Gunungkidul: Bercak Darah, Pengakuan JM, hingga Ancaman 5 Tahun

Kesepakatan Tapal Batas Penangkapan Ikan antara Nelayan Gorut dan Bolmut

Warga Batang Gelar Jalan Sehat dengan Kostum Unik dalam Rangka HUT RI

Polri Kerahkan 198 Peserta Didik untuk Edukasi Pencegahan Karhutla di Empat Wilayah Prioritas

Akademisi UGM: Kebakaran di Area Konsesi Butuh Pengelolaan Lebih Ketat

Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Wilayah Ruteng, Manggarai, NTT

Kolaborasi Se’Indonesia dan PERSIB Hadirkan Pengalaman Baru bagi Penggemar

Jadwal Tes Pra-Musim MotoGP 2027 Diumumkan

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.