Headline.co.id, Jakarta ~ Penumpang kereta api pada September 2026 mencapai 48,55 juta orang atau tumbuh 7,83 persen secara tahunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan tersebut di tengah penurunan jumlah penumpang pada hampir seluruh moda transportasi secara bulanan. Data itu disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI Ateng Hartono dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Senin (02/11/2026).
Secara bulanan, penumpang kereta api menjadi satu-satunya moda yang mengalami pertumbuhan, yakni 0,47 persen dibandingkan Agustus 2026. Sementara secara tahunan, pertumbuhan juga tercatat pada angkutan laut domestik dan angkutan sungai, danau, serta penyeberangan (ASDP), sedangkan angkutan udara domestik dan internasional mengalami penurunan.
Penumpang Kereta Api Tumbuh 7,83 Persen
Ateng menjelaskan, jumlah penumpang kereta api pada September 2026 mencapai 48,55 juta orang. Angka tersebut meningkat 7,83 persen dibandingkan September 2025 dan naik 0,47 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Pada kondisi September tahun 2026, secara bulanan terjadi penurunan jumlah penumpang pada seluruh moda transportasi, kecuali pada moda angkutan kereta yang naik sebesar 0,47 persen. Secara tahunan, sebagian besar moda transportasi mengalami peningkatan,” jelas Ateng.
Selain kereta api, angkutan ASDP mengangkut 4,23 juta penumpang pada September 2026. Jumlah tersebut meningkat 7,54 persen secara tahunan. Angkutan laut domestik juga mencatat pertumbuhan dengan jumlah penumpang 2,45 juta orang atau naik 2,61 persen dibandingkan September 2025.
Sebaliknya, jumlah penumpang angkutan udara domestik mencapai 4,22 juta orang atau turun 12,39 persen secara tahunan. Angkutan udara internasional juga mengalami penurunan. Moda ini mengangkut 1,74 juta penumpang atau berkurang 2,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perkembangan Penumpang Januari-September 2026
Secara kumulatif selama Januari hingga September 2026, pertumbuhan penumpang kereta api mencapai 7,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angkutan ASDP mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 8,48 persen, sedangkan angkutan laut domestik meningkat 3,17 persen.
Pada periode kumulatif yang sama, jumlah penumpang angkutan udara domestik turun 4,49 persen. Angkutan udara internasional juga berkurang 1,00 persen dibandingkan Januari-September tahun sebelumnya.
Perbandingan tersebut menunjukkan perbedaan kinerja antarangkutan penumpang. Kereta api dan ASDP mencatat pertumbuhan baik secara September maupun kumulatif hingga September, sementara angkutan udara mengalami penurunan secara tahunan dan kumulatif.
Angkutan Laut Domestik Angkut 48,19 Juta Ton Barang
Selain mencatat perkembangan penumpang kereta api dan moda lainnya, BPS melaporkan perubahan volume pengangkutan barang. Angkutan laut domestik menjadi moda yang mencatat pertumbuhan pada September 2026.
Volume barang yang diangkut melalui angkutan laut domestik mencapai 48,19 juta ton. Jumlah tersebut meningkat 1,10 persen dibandingkan Agustus 2026 dan tumbuh 10,81 persen dibandingkan September 2025.
“Di sisi lain, untuk angkutan laut domestik mengalami peningkatan yaitu sebesar 1,10 persen secara bulanan dan juga 10,81 persen secara tahunan,” ujar Ateng.
Secara kumulatif Januari-September 2026, volume barang yang diangkut melalui angkutan laut domestik meningkat 6,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berbeda dengan angkutan laut domestik, volume barang melalui kereta api mengalami penurunan pada September 2026. Jumlah barang yang diangkut mencapai 5,97 juta ton, turun 4,65 persen dibandingkan Agustus 2026 dan berkurang 4,61 persen secara tahunan.
Penurunan juga terjadi pada pengangkutan barang melalui angkutan udara domestik. Volume barang yang diangkut tercatat 47,4 ribu ton atau turun 4,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan September 2025, volumenya berkurang 7,78 persen.
Dalam periode Januari-September 2026, volume barang melalui angkutan udara domestik turun 12,08 persen. Angkutan barang kereta api juga mengalami penurunan kumulatif sebesar 5,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dengan demikian, data BPS menunjukkan adanya perbedaan arah pergerakan penumpang dan distribusi barang pada setiap moda transportasi. Penumpang kereta api, ASDP, dan angkutan laut domestik tumbuh secara tahunan pada September 2026, sedangkan volume barang angkutan laut domestik meningkat di tengah penurunan pengangkutan barang melalui kereta api dan udara domestik.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















