Headline.co.id, Bantul ~ Polisi masih menyelidiki identitas kerangka manusia yang ditemukan di Padukuhan Kembangputihan RT 01, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Senin (19/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Kerangka tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari burung di sekitar lokasi. Petugas kepolisian bersama tim Inafis dan tenaga medis kemudian melakukan pemeriksaan untuk mengumpulkan petunjuk mengenai identitas serta kondisi korban. Hingga kini, polisi belum dapat memastikan apakah temuan tersebut berkaitan dengan informasi adanya warga di wilayah Watugedug, Guwosari, yang belum kembali ke rumah.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan penemuan kerangka manusia itu telah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) dan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi.
“Setelah menerima laporan, petugas Polsek Pajangan bersama tim Inafis Polres Bantul mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan saksi,” ujar Rita.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Berawal dari Warga yang Mencari Burung
Penemuan kerangka manusia tersebut bermula ketika seorang warga sedang mencari burung di kawasan Kembangputihan. Saat berada di sekitar lokasi, saksi melihat banyak burung beterbangan dari satu titik.
Pemandangan itu membuat saksi penasaran dan memutuskan naik menuju lokasi yang menjadi tempat burung-burung tersebut beterbangan. Namun, setelah tiba di lokasi, saksi justru menemukan kerangka manusia.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwajib. Petugas Polsek Pajangan yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Polisi selanjutnya mengamankan TKP dan berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Bantul, Pamapta Polres Bantul, serta petugas Puskesmas Pajangan guna melakukan pemeriksaan terhadap kerangka yang ditemukan.
Kondisi Kerangka Diperkirakan Sudah Berbulan-bulan
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal petugas Puskesmas Pajangan, kondisi tubuh korban telah mengalami kerusakan cukup parah akibat proses pembusukan.
Dari kondisi tersebut, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hingga lima bulan atau bahkan lebih sebelum ditemukan.
Meski telah mengalami pembusukan, tulang-belulang korban ditemukan dalam kondisi relatif lengkap. Beberapa bagian tubuh juga masih menyisakan jaringan daging dan kulit yang telah membusuk.
Hasil pemeriksaan luar menunjukkan rambut korban sudah menipis. Sementara itu, tim Inafis Polres Bantul belum dapat melakukan identifikasi melalui sidik jari karena kondisinya telah mengering.
Dalam pemeriksaan di sekitar lokasi, petugas turut menemukan sejumlah barang yang diduga dapat menjadi petunjuk untuk proses identifikasi.
Barang-barang tersebut meliputi kunci sepeda motor Honda, korek gas, celana pendek berwarna hitam, dan kaus hitam.
Petugas juga mencatat kondisi gigi korban, yakni terdapat satu gigi bagian atas dan satu gigi bagian kiri bawah yang ompong.
Berdasarkan bentuk panggul dan sejumlah ciri fisik lainnya, kerangka tersebut sementara diduga berjenis kelamin laki-laki. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter forensik.
Polisi Dalami Informasi Warga yang Belum Pulang
Di tengah proses penyelidikan, polisi menerima informasi mengenai seorang warga di wilayah Watugedug, Guwosari, yang belum kembali ke rumah.
Informasi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dipastikan dalam proses identifikasi. Namun, hingga saat ini belum terdapat kepastian mengenai hubungan antara kerangka yang ditemukan dan warga yang sedang dicari tersebut.
Pihak keluarga yang telah melihat kerangka manusia itu juga belum dapat memastikan apakah kerangka tersebut merupakan anggota keluarga mereka.
Untuk memastikan identitas dan penyebab kematian, petugas selanjutnya membawa kerangka tersebut menggunakan ambulans PMI Bantul menuju RS Bhayangkara.
Pemeriksaan forensik diharapkan dapat membantu mengungkap identitas korban, memastikan penyebab kematian, sekaligus memperkirakan waktu kematian secara lebih akurat.
Rita menegaskan bahwa kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik sebelum dapat memberikan kepastian mengenai identitas korban.
“Untuk sementara, identitas korban belum diketahui dan masih menunggu hasil pemeriksaan forensik. Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar dapat berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membantu proses identifikasi,” tutup Rita.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















