Headline.co.id, Jakarta ~ Penguatan jaringan telekomunikasi dinilai menjadi kunci untuk mempercepat pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan hal itu dalam Lintas Teknologi Solutions Day 2026 di Jakarta Timur, Sabtu (31/10/2026). Menurut Nezar, jaringan yang andal dibutuhkan untuk mendukung pertukaran, pengiriman, dan pengumpulan data dalam rantai pasok AI, sehingga pemerintah mendorong kecepatan internet hingga 100 Mbps, perluasan broadband, serta pengembangan 5G.
Kebutuhan infrastruktur AI membuka peluang baru bagi industri telekomunikasi nasional. Namun, besarnya investasi jaringan dan belum pastinya tingkat pengembalian modal masih menjadi tantangan bagi operator yang hendak mengembangkan teknologi generasi berikutnya.
“Tidak ada pertukaran data tanpa jaringan telekomunikasi. Tidak ada transfer data yang terjadi. Tidak ada data yang bisa dikumpulkan oleh cloud kalau jaringan telekomunikasi tidak bekerja dengan baik,” ujar Nezar.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Jaringan telekomunikasi menopang rantai pasok AI
Nezar mengatakan jaringan telekomunikasi merupakan infrastruktur dasar dalam rantai pasok AI. Perannya sejajar dengan kebutuhan listrik, energi, dan air karena teknologi AI bergantung pada proses pertukaran serta pengelolaan data.
Karena itu, kesenjangan konektivitas perlu diatasi agar penyebaran teknologi berlangsung lebih cepat. Perbaikan akses juga dinilai penting agar masyarakat dapat berpartisipasi secara lebih merata dalam ekosistem digital.
“Targetnya adalah 100 Mbps dengan biaya internet yang lebih murah sehingga penetrasi ke rumah tangga semakin masif. Dengan demikian, penyebaran teknologi bisa berlangsung lebih cepat,” tuturnya.
Dari sisi cakupan, jaringan 4G telah menjangkau hampir 99 persen wilayah permukiman. Penetrasi internet juga telah mendekati 81 persen. Namun, penetrasi fixed broadband baru berada di sekitar 22 persen.
Pemerintah mendorong peningkatan kecepatan internet hingga 100 Mbps sekaligus menurunkan biaya layanan. Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas akses broadband di tingkat rumah tangga.
Saat ini, biaya layanan fixed broadband di Indonesia rata-rata mencapai Rp300 ribu per bulan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan India yang berkisar 5–10 dolar Amerika Serikat (AS).
5G didorong untuk mendukung komputasi AI
Selain memperluas jaringan broadband, pemerintah mendorong pengembangan 5G untuk mendukung kebutuhan komputasi dan pengambilan keputusan berbasis AI. Teknologi ini memiliki latensi lebih rendah sehingga pertukaran data dapat berlangsung lebih cepat.
“Kalau kita berbicara tentang AI, teknologi yang paling tepat adalah 5G karena memiliki latensi lebih rendah untuk membantu komputasi dan pengambilan keputusan yang lebih cepat,” ungkap Nezar.
Pengembangan jaringan telekomunikasi juga dikaitkan dengan peluang pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Nezar menyebut nilai ekonomi digital nasional diperkirakan mencapai 366 miliar dolar AS pada 2030.
Nilai tersebut merupakan bagian dari total potensi pasar ekonomi digital ASEAN yang diperkirakan mencapai 1 triliun dolar AS. Besarnya potensi itu menjadi salah satu alasan penguatan industri telekomunikasi dan perluasan adopsi AI perlu dilakukan secara bersamaan.
Pemerintah siapkan regulasi dan dorong kolaborasi
Untuk mendukung pencapaian tersebut, Nezar mendorong kolaborasi pemerintah dan industri telekomunikasi. Kerja sama itu diarahkan untuk memperkuat infrastruktur sekaligus memperluas pemanfaatan AI di berbagai sektor.
Pemerintah, kata Nezar, juga berupaya menyiapkan perangkat regulasi yang dapat membantu industri telekomunikasi dan mendorong adopsi AI. Kebijakan tersebut diharapkan mendukung pengembangan infrastruktur serta mempercepat pemanfaatan teknologi di Indonesia.
“Kita berkolaborasi bersama, pemerintah mencoba menyiapkan perangkat-perangkat regulasi yang bisa membantu industri telekomunikasi sekaligus mendorong adopsi artificial intelligence dengan lebih baik di berbagai sektor,” tandasnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















