Headline.co.id, Nagan Raya ~ Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengadakan rapat koordinasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) untuk membahas dukungan dalam pembelian dan penjualan briket biomassa. Langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor energi terbarukan berbasis biomassa.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah, Hizbulwatan, menyatakan bahwa rapat ini adalah bagian dari komitmen Pemkab Nagan Raya dalam memaksimalkan potensi sumber daya daerah melalui pengembangan industri energi terbarukan berbasis biomassa. “Kami berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi sumber daya daerah melalui pengembangan industri energi terbarukan berbasis biomassa,” ujar Hizbulwatan di Aula Setdakab, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, pada Kamis (30/7/2026).
Hizbulwatan menjelaskan bahwa pembentukan BUMD ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menjadi penggerak ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan kerja baru dan memanfaatkan sumber daya daerah secara optimal dan berkelanjutan. Kabupaten Nagan Raya, sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit, memiliki potensi limbah biomassa yang besar. “Kabupaten Nagan Raya memiliki potensi limbah biomassa yang besar,” katanya.
Pengembangan industri briket biomassa ini bukan hanya peluang bisnis bagi BUMD, tetapi juga bagian dari komitmen daerah dalam mendukung transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta memperkuat penerapan ekonomi sirkular. Menurut Hizbulwatan, keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi erat pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, khususnya PLTU dan pabrik minyak kelapa sawit. “Kolaborasi erat pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan,” tuturnya.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdakab Nagan Raya, Jasman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perwakilan PLTU 1–2, PLTU 3–4, dan PMKS yang telah berpartisipasi dalam rapat koordinasi tersebut. Ia mengatakan bahwa Pemkab Nagan Raya mengharapkan dukungan seluruh PMKS untuk menyediakan limbah biomassa sebagai bahan baku produksi briket yang nantinya akan dikelola oleh BUMD. “Kami mengharapkan dukungan seluruh PMKS untuk menyediakan limbah biomassa,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah juga berharap PLTU 1–2 maupun PLTU 3–4 dapat menjadi mitra strategis dengan menyerap hasil produksi briket biomassa BUMD sehingga tercipta rantai pasok yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD Kabupaten Nagan Raya. “Kami berharap PLTU dapat menjadi mitra strategis,” ujar Jasman.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai potensi dan pengembangan energi biomassa oleh tenaga ahli Universitas Syiah Kuala, Edi Munawar, kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab. Pada kesempatan yang sama, Team Leader Niaga dan Bahan Bakar PLTU 1 dan 2 Nagan Raya, Edi Purnama, menyatakan dukungan terhadap rencana pembentukan BUMD Energi dan Pengelolaan Material Lainnya. “Kami mendukung rencana pembentukan BUMD Energi dan Pengelolaan Material Lainnya,” ujarnya.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, PLTU, dan industri kelapa sawit, Pemkab Nagan Raya berharap pembentukan BUMD energi biomassa dapat memperkuat ketahanan energi daerah, meningkatkan nilai tambah limbah sawit, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.














