Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Peningkatan serangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman dilaporkan menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk tiga anak, pada Kamis, 17 September 2026. Korban dilaporkan jatuh di Arab Saudi dan Yaman ketika serangan drone serta serangan udara kembali meningkatkan ketegangan antara kedua pihak. Di Taif, Arab Saudi, seorang warga Yaman tewas dan dua orang lainnya terluka setelah sebuah drone Houthi dicegat, sementara korban lain dilaporkan dalam serangan di wilayah Yaman. Eskalasi berlangsung bersamaan dengan perbedaan klaim mengenai sebuah drone yang oleh Arab Saudi disebut diluncurkan menuju Mekkah.
Badan pertahanan sipil Arab Saudi menyatakan satu orang yang merupakan warga Yaman di kerajaan tersebut meninggal dan dua lainnya terluka setelah pencegatan drone di wilayah Taif, bagian barat daya Arab Saudi. Kematian tersebut menjadi korban jiwa pertama yang diumumkan di Arab Saudi pada bulan ini sejak Houthi meningkatkan serangannya.
Korban Berjatuhan di Taif dan Yaman
Di Yaman pada hari yang sama, Houthi menyatakan pesawat tempur Arab Saudi menyerang tiga menara telekomunikasi di Provinsi Taiz. Televisi Almasirah yang terkait dengan Houthi melaporkan seorang warga sipil tewas di Taiz dan seorang lainnya terluka dalam serangan di Kota Abs.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Media yang didukung Houthi kemudian melaporkan tiga anak tewas dan sejumlah warga Yaman terluka dalam serangan yang mereka kaitkan dengan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan diakui secara internasional. Dengan laporan korban di kedua sisi tersebut, jumlah korban meninggal dalam rangkaian serangan terbaru sedikitnya mencapai lima orang.
Houthi Bantah Menargetkan Mekkah
Ketegangan semakin meningkat setelah Arab Saudi menyatakan sebuah drone diluncurkan Houthi menuju Mekkah sebelum berhasil dicegat dan dihancurkan. Houthi membantah tuduhan bahwa kelompok tersebut bermaksud menyerang kota yang menjadi tempat paling suci bagi umat Islam itu.
'Itu adalah kebohongan keji,' kata pemimpin Houthi Abdel-Malik al-Houthi dalam pidato langsung yang disiarkan televisi pada Kamis.
Al-Houthi menyebut klaim bahwa kelompoknya akan menargetkan Mekkah sebagai propaganda. Ia mengatakan kesucian Mekkah memiliki arti penting bagi masyarakat Yaman dan menuduh Arab Saudi menggunakan klaim tersebut untuk kepentingan tujuan militernya melawan Houthi.
Dalam pidatonya, al-Houthi juga menyatakan Arab Saudi yang memulai putaran konflik terbaru di Yaman dan pasukan Houthi bertindak secara defensif. Pernyataan itu berlawanan dengan posisi pihak pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi mengenai perkembangan pertempuran di sejumlah wilayah.
Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman yang didukung Arab Saudi, Rashad al-Alimi, mengatakan pasukan Houthi mengalami tekanan berat di garis depan Taiz, Marib, Lahj, al-Jawf, Hajjah, al-Bayda, dan al-Dhale. Dalam pertemuan dengan Duta Besar Prancis untuk Yaman, al-Alimi juga menyatakan kemajuan Houthi di sepanjang pantai Laut Merah bersifat sementara.
Kuwait Bahrain dan Uni Eropa Bereaksi
Serangan di Taif memicu tanggapan sejumlah pihak. Kementerian Luar Negeri Kuwait menyampaikan solidaritas penuh kepada Arab Saudi melalui pernyataan di X sekaligus mengecam serangan Houthi terhadap Taif.
Bahrain juga mengecam berlanjutnya serangan Houthi terhadap Arab Saudi dan penargetan warga sipil di wilayah Taif. Sementara itu, juru bicara urusan luar negeri Uni Eropa Anouar El Anouni menyerukan agar Houthi menghentikan seluruh aksi militer dan menyampaikan solidaritas kepada Arab Saudi.
Iran Minta Tuduhan terhadap Houthi Tidak Berdasarkan Klaim Semata
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan setiap tindakan agresi terhadap tempat-tempat suci Islam, khususnya Mekkah, merupakan tindakan yang harus dikecam. Namun, ia menilai klaim mengenai pencegatan sebuah drone yang disebut sedang menuju Mekkah tidak cukup untuk langsung menuduh Houthi sebagai pelakunya.
Baghaei juga menyinggung kemungkinan operasi dengan identitas pelaku yang disamarkan dan menunjuk pada berbagai peristiwa yang menurutnya terjadi di kawasan dalam beberapa bulan terakhir. Pernyataan Iran tersebut muncul ketika klaim mengenai tujuan drone menjadi salah satu titik perselisihan utama dalam eskalasi terbaru.
Eskalasi Libatkan Perhatian China Pakistan dan Turkiye
Ketegangan juga mulai menarik perhatian negara lain di kawasan. Sumber anonim di Iran mengatakan China secara pribadi meminta pejabat Iran membantu menahan Houthi setelah Arab Saudi menghubungi Beijing menyusul serangan-serangan terbaru. Secara terbuka, Beijing menyerukan penahanan diri, dialog, serta pemulihan keamanan navigasi.
Perkembangan tersebut juga menjadi perhatian Pakistan dan Turkiye, dua mitra pertahanan Arab Saudi yang menandatangani perjanjian pertahanan bersama dengan kerajaan itu pada bulan lalu. Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengatakan sudah waktunya menerapkan perjanjian Mekkah dengan Arab Saudi dan Turkiye menyusul serangan Houthi terbaru.
Pada Kamis, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyatakan telah melakukan percakapan telepon dengan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir untuk membahas perkembangan regional. Rangkaian komunikasi diplomatik tersebut berlangsung ketika serangan di Arab Saudi dan Yaman terus meningkatkan kekhawatiran mengenai meluasnya ketegangan ke aktor regional lainnya.


















