Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan merupakan wujud nyata “gotong royong raksasa” seluruh elemen bangsa. Pernyataan itu disampaikan dalam penganugerahan Satya JKN Award 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026). Menurut Muhaimin, keberlanjutan JKN diperlukan untuk menjaga layanan dasar kesehatan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran pemerintah. Upaya tersebut dilakukan melalui dukungan APBN dan partisipasi aktif badan usaha, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat.
JKN dan Dukungan Anggaran Pemerintah
Dalam perhelatan tersebut, Muhaimin membagikan perbincangannya dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan mengenai dampak positif dukungan anggaran dari pemerintah pusat terhadap pengelolaan jaminan kesehatan nasional.
Dukungan itu berupa suntikan dana sebesar Rp20 triliun. Menurut Muhaimin, tambahan anggaran tersebut memberikan angin segar dan mendorong optimisme baru bagi pengelolaan JKN di Indonesia.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Muhaimin juga menyampaikan bahwa Direktur Utama BPJS Kesehatan mengonfirmasi sebagian dana tersebut telah mulai turun. Dari total alokasi Rp20 triliun, dana sebesar Rp10 triliun disebut telah mulai dicairkan.
Informasi mengenai pencairan dana itu disampaikan Muhaimin ketika membagikan perbincangannya dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan dalam acara penganugerahan Satya JKN Award 2026.
APBN Dinilai Menjadi Stimulan JKN
Muhaimin menyampaikan apresiasi atas komitmen Presiden dan dukungan APBN dalam menjaga pilar jaminan sosial kesehatan masyarakat. Ia menilai dukungan anggaran pemerintah merupakan bagian integral dari upaya mempertahankan penyelenggaraan JKN.
Menurut dia, alokasi APBN perlu berfungsi sebagai stimulan agar penyelenggaraan JKN dapat tumbuh semakin kokoh. Dengan demikian, layanan dasar kesehatan masyarakat dapat tetap terjaga secara berkelanjutan.
Dukungan pemerintah pusat tersebut juga menjadi bagian dari ekosistem jaminan kesehatan yang melibatkan badan usaha dan pemerintah daerah. Satya JKN Award 2026 menjadi momentum untuk mengapresiasi komitmen kedua unsur tersebut dalam mendukung jaminan kesehatan masyarakat.
Keberlanjutan JKN Butuh Partisipasi Semua Pihak
Muhaimin mengingatkan bahwa jaminan kesehatan nasional merupakan perintah konstitusi yang tertuang dalam Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu, keberadaan JKN berkaitan dengan pemenuhan jaminan sosial kesehatan masyarakat.
Namun, ia menyebut keterbatasan anggaran pemerintah membuat keberlanjutan atau sustainability JKN tidak dapat hanya dipikul oleh pemerintah. Keberlangsungan program tersebut membutuhkan partisipasi aktif seluruh pihak.
Partisipasi itu diperlukan agar penyelenggaraan JKN tetap berjalan dan layanan dasar kesehatan masyarakat dapat dipertahankan. Dukungan anggaran pemerintah, menurut Muhaimin, harus berjalan bersama kontribusi berbagai unsur dalam ekosistem jaminan kesehatan.
Seruan Memelihara Gotong Royong Raksasa
Untuk memperkuat ekosistem JKN, Muhaimin menyerukan pentingnya memelihara semangat “gotong royong raksasa”. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan kebersamaan seluruh elemen bangsa dalam menopang program jaminan kesehatan nasional.
Prinsip utama gerakan itu adalah kebersamaan untuk saling menopang antarwarga negara. Dengan semangat tersebut, keberlanjutan JKN diharapkan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga ditopang oleh keterlibatan seluruh pihak.
Penganugerahan Satya JKN Award 2026 menjadi ruang untuk mengapresiasi dukungan badan usaha dan pemerintah daerah sekaligus memperkuat pesan mengenai pentingnya kolaborasi dalam menjaga layanan kesehatan masyarakat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





















![[Siaran Pers] Wamen Nezar Patria: Kolaborasi Startup dan Rumah Sakit Buka Akses Inovasi Kesehatan Digital](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/siaran-pers-wamen-nezar-patria-kolaborasi-startup-dan-rumah-sakit-buka-akses-inovasi-kesehatan-digital.png)