Headline.co.id ~ Dumai, Pemerintah Kota Dumai, Riau, memperkuat penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) dengan mengintegrasikan layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak. Penguatan tersebut dibahas dalam kegiatan Pengembangan PAUD HI yang dibuka Bunda PAUD Kota Dumai, Leni Ramaini, di Hotel Cititel, Kamis (1/10/2026). Langkah ini dilakukan karena tumbuh kembang anak tidak hanya dipengaruhi proses pembelajaran, tetapi juga kondisi kesehatan, asupan gizi, pola pengasuhan, serta lingkungan tempat anak tumbuh.
Leni mengatakan, PAUD HI membutuhkan keterlibatan satuan pendidikan, keluarga, pemerintah, dan unsur terkait agar kebutuhan anak dapat dipenuhi secara terpadu. Menurut dia, koordinasi antarpihak diperlukan supaya layanan yang diterima anak saling melengkapi dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya.
PAUD HI Dumai Tidak Hanya Berfokus pada Pembelajaran
Leni menegaskan, pendidikan anak usia dini tidak cukup jika hanya berorientasi pada kegiatan belajar di satuan pendidikan. Aspek kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan lingkungan juga perlu menjadi perhatian dalam penyelenggaraan layanan bagi anak.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Pendidikan anak usia dini tidak hanya berbicara tentang proses belajar di dalam kelas. Anak juga membutuhkan perhatian terhadap kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya,” ujar Leni.
Ia menjelaskan, pendekatan holistik integratif diperlukan karena lembaga pendidikan tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan anak secara mandiri. Karena itu, kerja sama dengan keluarga, pemerintah, dan unsur terkait menjadi bagian penting dalam pelaksanaan PAUD HI di Kota Dumai.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan setiap anak memperoleh dukungan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya. Dengan layanan yang terpadu, pendidikan anak usia dini tidak hanya diarahkan untuk membangun kemampuan akademik awal, tetapi juga kesehatan, karakter, dan kesiapan anak memasuki tahap pendidikan berikutnya.
Leni mengatakan, keterlibatan berbagai pihak dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan PAUD HI. Ia ingin anak-anak Kota Dumai tumbuh dalam kondisi sehat, cerdas, ceria, serta memiliki karakter yang baik.
“Kita ingin anak-anak Kota Dumai tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, ceria dan memiliki karakter yang baik. Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama dan kepedulian kita bersama,” tambahnya.
Menurut Leni, koordinasi antarpihak juga penting agar dukungan yang diberikan kepada anak tidak berjalan sendiri-sendiri. Satuan PAUD, keluarga, pemerintah, dan unsur terkait perlu membangun kerja sama sehingga layanan pendidikan dan layanan pendukung lainnya dapat diterima anak secara saling melengkapi.
Penguatan kolaborasi itu sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan anak diperhatikan secara menyeluruh. Pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan lingkungan dipandang sebagai unsur yang saling berkaitan dalam mendukung pertumbuhan anak.
Pengembangan PAUD HI Diharapkan Perkuat Layanan
Leni berharap kegiatan Pengembangan PAUD HI dapat memperkuat pemahaman para pemangku kepentingan di Kota Dumai. Pemahaman tersebut diharapkan mendorong penerapan layanan yang lebih terpadu di setiap unsur yang terlibat dalam pemenuhan kebutuhan anak.
“Melalui kegiatan ini, mari kita kuatkan komitmen bersama untuk memberikan layanan terbaik bagi anak-anak kita. Karena investasi terbaik untuk masa depan adalah mempersiapkan generasi sejak usia dini,” pungkasnya.
Penguatan PAUD HI di Kota Dumai diharapkan memastikan anak-anak memperoleh layanan pendidikan sekaligus dukungan kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan secara terintegrasi. Dengan pendekatan tersebut, anak diharapkan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















