Headline.co.id, Jakarta ~ Pengembangan Universitas Riset Indonesia (URI) dibahas Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) sekaligus Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Komisi X DPR RI dalam Diskusi Kelompok Terpumpun atau Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Forum tersebut membahas arah pengembangan URI dalam ekosistem pendidikan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Pembahasan mencakup urgensi, tata kelola, pembagian kewenangan, serta penguatan pendidikan kebangsaan dan sumber daya manusia strategis nasional. Dalam forum itu, pengembangan URI diarahkan untuk membangun ekosistem talenta calon pemimpin nasional melalui integrasi karakter, kompetensi, pengalaman kerja, dan wawasan kebangsaan.
Pengembangan URI Diarahkan untuk Menyiapkan Calon Pemimpin
Dalam paparannya, Donny menjelaskan URI dirancang sebagai ekosistem pengembangan talenta calon kepemimpinan nasional. Ekosistem tersebut tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, pengalaman kerja, serta penguatan wawasan kebangsaan.
Konsep pengembangan talenta itu salah satunya diwujudkan melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD). Program tersebut telah dimulai sejak awal 2026 dengan sejumlah komponen, yakni pembentukan karakter, penguatan kemampuan manajerial dan kepemimpinan, serta pengalaman kerja nyata melalui program internship di badan usaha milik negara (BUMN) dan kementerian/lembaga (K/L).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pengembangan URI ditempatkan dalam kerangka penyiapan sumber daya manusia unggul untuk mendukung pembangunan nasional. Melalui forum bersama Kemdiktisaintek dan Komisi X DPR RI, arah pengembangan tersebut dibahas agar memiliki kesesuaian dengan sistem pendidikan nasional.
Komisi X DPR RI Beri Dukungan Prinsip
Ketua dan seluruh anggota Komisi X DPR RI secara prinsip menyatakan dukungan terhadap gagasan pengembangan URI. Mereka juga menilai penyiapan sumber daya manusia unggul penting untuk mewujudkan pembangunan nasional yang berkeadilan dan Indonesia yang berdaulat.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai peran URI dalam menyiapkan generasi unggul dan calon pemimpin masa depan. Namun, pengembangan lembaga dan program tersebut dinilai perlu disertai sejumlah prasyarat agar dapat berjalan secara terarah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kebijakan penyiapan talenta melalui URI membutuhkan landasan hukum yang kuat. Selain itu, desain kelembagaan dan pembagian kewenangan juga perlu dirumuskan secara jelas untuk mendukung pelaksanaan program dalam ekosistem pendidikan nasional.
Tata Kelola dan Pendanaan Jadi Perhatian
Selain landasan hukum dan desain kelembagaan, pengembangan URI memerlukan tata kelola yang baik. Tata kelola tersebut berkaitan dengan pengaturan pelaksanaan, kewenangan, serta mekanisme akuntabilitas dalam menjalankan kebijakan penyiapan generasi unggul.
Aspek pendanaan berkelanjutan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Keberlanjutan pembiayaan diperlukan agar program pengembangan talenta dan calon pemimpin masa depan dapat dilaksanakan sesuai arah yang telah ditetapkan.
Mekanisme akuntabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan turut menjadi kebutuhan dalam pengembangan URI. Dengan demikian, kebijakan dan gagasan yang disusun tidak hanya memiliki tujuan strategis, tetapi juga didukung pengelolaan yang jelas dan terukur berdasarkan kewenangan serta tanggung jawab masing-masing pihak.
FGD Diharapkan Samakan Pemahaman
FGD Wamenhan, Kemdiktisaintek, dan Komisi X DPR RI diharapkan menghasilkan kesamaan pemahaman mengenai arah pengembangan URI. Kesamaan pandangan tersebut mencakup urgensi pengembangan, tata kelola, pembagian kewenangan, serta posisi URI dalam sistem pendidikan nasional.
Forum itu juga diharapkan memberikan nilai tambah bagi penguatan sistem pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Pembahasan mengenai URI diarahkan untuk mendukung pendidikan kebangsaan sekaligus pengembangan sumber daya manusia strategis nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan dukungan landasan hukum, kelembagaan, tata kelola, pendanaan, dan akuntabilitas, gagasan penyiapan talenta serta calon pemimpin masa depan melalui URI diharapkan dapat dikembangkan dalam kerangka pembangunan nasional. Informasi tersebut disampaikan Biro Infohan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan.

















