Headline.co.id, Korlantas Polri ~ Makassar – Antrean BBM Makassar terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pada Kamis (10/9/2026). Satlantas Polrestabes Makassar menerjunkan personel untuk mengatur lalu lintas dan mencegah kepadatan kendaraan di sekitar SPBU. Pemantauan dilakukan bersama jajaran Polsek karena antrean kendaraan berpotensi mengganggu arus lalu lintas. Selain mengatur antrean, polisi mengawasi penggunaan jeriken dan mencegah pengendara menyerobot barisan.
Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Siska Dwimarita Susanti mengatakan pemantauan terhadap SPBU dilakukan oleh anggota di wilayah masing-masing. Satlantas akan memberikan perkuatan apabila kondisi antrean membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Setiap SPBU sudah dimonitor dari masing-masing anggota Polsek. Anggota Sat Lantas membantu kelancaran jika diperlukan perkuatan Polsek,” kata Siska, dikutip Jumat (11/9).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Antrean BBM Makassar Dipantau di Sejumlah SPBU
Siska juga turun langsung memantau antrean di sejumlah SPBU. Menurut dia, kondisi antrean yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir perlu diantisipasi agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan menimbulkan persoalan lain.
Kehadiran personel kepolisian diarahkan untuk menjaga kendaraan tetap berada dalam barisan serta memastikan antrean tidak menutup ruas jalan. Petugas juga memberikan arahan kepada pengendara selama proses pengisian BBM berlangsung.
Siska mengimbau masyarakat yang mengantre BBM untuk tetap bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Dia juga berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan untuk menangani kondisi tersebut.
“Kami imbau masyarakat untuk bersabar dan berdoa semoga pemerintah bisa mengambil kebijakan demi kebaikan bersama,” ujarnya.
Polisi Atur Arus Kendaraan di Sekitar SPBU
Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana sebelumnya mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel di sejumlah SPBU. Penempatan tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan mengatur arus kendaraan karena SPBU merupakan salah satu objek vital.
“Untuk antrean SPBU, kami tetap melakukan pengamanan. Namanya objek vital, kalau ada kemacetan, ada polisi lalu lintas yang langsung kami taruh di situ,” kata Arya.
Menurut Arya, kepadatan kendaraan sulit dihindari ketika antrean BBM meningkat. Namun, petugas tetap melakukan pengaturan agar kendaraan yang mengantre tidak menghambat pengguna jalan lain.
“Pengaturan lalu lintas dilakukan agar tidak macet. Cuma karena memang banyaknya kendaraan, padahal sudah kita atur, kan namanya orang mengantre, ya ada kepadatan, tapi itu semua kita atur,” jelasnya.
Pengamanan dilakukan oleh personel Polsek di wilayah masing-masing. Selain mengatur arus kendaraan, polisi memastikan proses pengisian BBM berjalan tertib dan tidak terjadi pembelian yang tidak sesuai ketentuan.
Penggunaan Jeriken dan Aksi Serobotan Diawasi
Polisi turut mengawasi penggunaan jeriken untuk mencegah pengambilan BBM yang bukan peruntukannya. Pengawasan tersebut dilakukan bersamaan dengan pengaturan antrean dan penjagaan keamanan di area SPBU.
“Anggota Polsek setempat juga sama, kami taruh di situ untuk melakukan pengaturan dan menjaga agar tidak ada yang mengambil BBM yang bukan haknya. Artinya tidak boleh pakai jeriken dan lain sebagainya,” kata Arya.
Arya juga meminta pengendara mengikuti barisan antrean dan tidak mengambil jalur dari sisi kanan maupun kiri untuk menyerobot. Menurut dia, perilaku tersebut dapat memperburuk kepadatan dan menutup akses jalan.
“Kami imbau pengendara kalau mengantre, bagusnya di pinggir saja. Jangan ada yang menyerobot mengambil sebelah kanan, sebelah kiri, supaya tidak terjadi kemacetan, tidak menutup jalan,” tandasnya.


















