Headline.co.id, Bekasi ~
Kapolri mendorong serikat buruh dan pengusaha mempertahankan dialog dalam pembahasan RUU Cipta Kerja. Pesan itu disampaikan saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). Menurut Kapolri, komunikasi dan musyawarah diperlukan untuk menemukan keseimbangan perlindungan hak buruh, keberlangsungan perusahaan, serta kondusivitas investasi.
Konsolidasi tersebut mengangkat tema “Hubungan Industrial, Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi” dan dihadiri sekitar 2.000 pekerja dari sekitar 1.200 perusahaan. Kapolri mengapresiasi pembahasan RUU Cipta Kerja yang diawali komunikasi serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dialog buruh dan pengusaha dinilai langkah awal yang baik
Kapolri menilai dialog sejak awal dapat menjadi cara untuk mencari titik temu di tengah perbedaan kepentingan pekerja dan dunia usaha. Ia menyebut isu ketenagakerjaan tidak selalu mudah dibahas dan berpotensi menimbulkan perbedaan pandangan.
“Saya sangat senang mendengar bahwa pembicaraan terkait dengan draf Undang-Undang Ciptaker dimulai dengan pembicaraan bersama teman-teman dari serikat pekerja dengan Apindo. Ini adalah permulaan yang sangat baik dan tentunya harus dipertahankan,” kata Kapolri.
Menurut dia, perbedaan pekerja dan pengusaha merupakan hal yang wajar. Namun, berbagai persoalan dalam hubungan industrial perlu diupayakan penyelesaiannya melalui dialog dan musyawarah, dengan tetap memperhatikan hak buruh serta keberlangsungan perusahaan.
Keseimbangan itu, kata Kapolri, semakin penting di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global yang berdampak pada dunia usaha serta sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Karena itu, pengusaha diingatkan agar tidak melihat pekerja hanya sebagai tenaga kerja.
Kapolri meminta pekerja dipandang sebagai aset, mitra, dan bagian dari keluarga besar perusahaan. Ia menilai kesejahteraan buruh dan keberlangsungan usaha harus berjalan beriringan.
“Kalau kita bicara kesejahteraan buruh, perusahaannya juga harus tetap hidup dan berkembang. Di situlah kita harus menemukan titik keseimbangan untuk kepentingan bersama,” ujarnya.
Kondusivitas investasi tetap harus disertai perlindungan buruh
Selain menyoroti hubungan industrial, Kapolri menekankan pentingnya menjaga iklim investasi yang aman dan kondusif. Pemerintah, menurut dia, terus mendorong hilirisasi dan investasi agar semakin banyak lapangan pekerjaan baru tercipta.
Kapolri menyebut Indonesia memiliki modal berupa kekayaan sumber daya alam dan pasar domestik yang luas. Namun, potensi tersebut perlu didukung kepastian, keamanan, serta hubungan industrial yang sehat.
Ia meminta perusahaan tidak ragu melaporkan praktik premanisme, pungutan liar, atau gangguan keamanan lain di kawasan industri. Polri, kata Kapolri, akan menindaklanjuti setiap laporan agar dunia usaha dan investor merasa aman menjalankan kegiatannya.
Di sisi lain, kondusivitas investasi tidak boleh mengesampingkan kepentingan pekerja. Pengusaha tetap diminta mematuhi regulasi dan menjaga hak-hak buruh yang telah ditetapkan.
“Investasi harus tetap kondusif, tetapi hak-hak buruh juga harus terus dijaga dan diperjuangkan. Semua harus berjalan seimbang,” tegasnya.
Kolaborasi pendidikan dan industri disoroti
Kapolri optimistis Indonesia dapat semakin kuat mendorong hilirisasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika pemerintah, pengusaha, investor, dan pekerja menjaga komunikasi serta bekerja bersama.
Dalam kesempatan itu, Kapolri juga mengapresiasi keberadaan SMK Mitra Industri MM2100. Sekolah tersebut dinilai menjadi contoh kolaborasi dunia pendidikan dan industri dalam menyiapkan tenaga kerja berkualitas.
Kapolri berharap pekerja Indonesia tidak hanya menjadi tenaga terampil, tetapi juga mampu mengisi posisi manajerial dan strategis di perusahaan.
“Dengan semangat kebersamaan pengusaha, investor, buruh dan pemerintah, kita yakin Indonesia bisa mencapai cita-citanya menjadi negara maju,” pungkas Kapolri.


















