Headline.co.id, Jakarta ~ (Kemenag) — Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (Lamgama) kini resmi diluncurkan dan siap melayani akreditasi program studi keagamaan di perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Peluncuran ini menandai kesiapan Lamgama dalam menerima pengajuan akreditasi, baik untuk akreditasi pertama, reakreditasi, maupun akreditasi unggul.
Direktur Eksekutif Lamgama, Ahmad Thib Raya, menyatakan bahwa lembaga ini akan melayani program studi keagamaan dari berbagai rumpun, termasuk Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. “Kami siap melayani ribuan program studi yang ada,” ujar Thib Raya di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Peluncuran Lamgama dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, bersama Ketua Majelis Akreditasi BAN-PT, Imam Buchori. Acara ini juga dihadiri oleh pejabat eselon I dan II Kementerian Agama, menandai pentingnya peran Lamgama dalam ekosistem akreditasi pendidikan tinggi di Indonesia.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Imam Buchori menjelaskan bahwa Lamgama adalah Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) ke-10 di Indonesia. Dengan adanya peraturan BAN-PT yang mengatur cakupan Lamgama, lembaga ini sudah memiliki dasar hukum untuk menerima pengajuan akreditasi. “Kesiapan Lamgama sangat penting untuk memastikan proses akreditasi yang kredibel,” terang Buchori.
Sekjen Kemenag, Kamaruddin Amin, menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak program studi terhadap masyarakat dalam proses asesmen. Menurutnya, kualitas perguruan tinggi tidak hanya diukur dari aspek administratif, tetapi juga dari kontribusi nyata lulusan dan program studi bagi masyarakat. “Alumni yang berkontribusi nyata dapat menjadi indikator dampak sebuah program studi,” ungkapnya.

















