Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita

Beras Fortifikasi Abal-abal Jadi Sorotan, Konsumen Disebut Bisa Rugi Rp9.695 per Kilogram

Saddam by Saddam
2 months ago
in Berita
Reading Time: 7 mins read
407 17
A A
0
Dari Rp13 Ribu Jadi Rp57 Ribu, Begini Temuan Pemerintah soal Beras Fortifikasi Abal-abal

Dari Rp13 Ribu Jadi Rp57 Ribu, Begini Temuan Pemerintah soal Beras Fortifikasi Abal-abal (Dok Foto Istimewa)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Dugaan peredaran beras fortifikasi abal-abal kembali menjadi sorotan setelah pemerintah menemukan selisih rata-rata antara harga jual dan harga wajar mencapai Rp9.695 per kilogram. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan tersebut dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2026). Pemerintah menilai selisih harga itu berpotensi merugikan konsumen, terlebih sejumlah produk yang diperiksa juga diduga tidak memiliki kandungan gizi sesuai dengan klaim pada kemasan.

Contents

    • 0.1. Keselamatan Pengemudi Jadi Fokus Kakorlantas Polri di Harlah RBPI
    • 0.2. Pamit Pergi ke Sawah Sejak Pagi, Lansia di Godean Sleman Ditemukan Meninggal dengan Luka Bakar
  • 1. Konsumen Bisa Membayar Jauh di Atas Harga Wajar
  • 2. Selisih Harga Tertinggi Capai Sekitar Rp44.100 per Kilogram
  • 3. Beras Fortifikasi Ditujukan untuk Kelompok Rentan
  • 4. 25 dari 27 Merek Tidak Memenuhi Persyaratan
  • 5. Ini 25 Merek yang Masuk Temuan Pemerintah
  • 6. Potensi Kerugian Diestimasi Mencapai Rp89 Triliun
  • 7. Pemerintah Perintahkan Penarikan hingga Proses Hukum
  • 8. Kasus Berawal dari Penelusuran Harga Beras Premium

Rata-rata harga jual beras fortifikasi abal-abal yang masuk pemeriksaan pemerintah tercatat mencapai Rp23.385 per kilogram. Sementara itu, harga wajarnya dihitung sekitar Rp13.689 per kilogram, sehingga terdapat selisih rata-rata Rp9.695 untuk setiap kilogram beras yang dibeli konsumen.

You might also like

Hadiri Harlah ke-5 RBPI, Kakorlantas Polri Tekankan Pentingnya Keselamatan Pengemudi

Keselamatan Pengemudi Jadi Fokus Kakorlantas Polri di Harlah RBPI

2 November 2026
Lansia 89 Tahun Ditemukan Meninggal dengan Luka Bakar di Sawah Godean Sleman, Polisi Selidiki Penyebabnya

Pamit Pergi ke Sawah Sejak Pagi, Lansia di Godean Sleman Ditemukan Meninggal dengan Luka Bakar

2 November 2026

Persoalan beras fortifikasi abal-abal tidak hanya berkaitan dengan tingginya harga jual. Dari 27 merek yang diperiksa pemerintah, sebanyak 25 merek dinyatakan tidak memenuhi persyaratan, terutama berkaitan dengan kandungan fortifikasi yang diduga tidak sesuai dengan informasi pada label.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

“Setelah kita cek di laboratorium, ternyata tidak sesuai dengan labelnya. Ini yang kita tindak,” kata Amran.

Konsumen Bisa Membayar Jauh di Atas Harga Wajar

Pemerintah menemukan adanya kesenjangan yang cukup besar antara harga jual sejumlah produk beras fortifikasi dengan harga yang dianggap wajar.

Secara rata-rata, pemerintah mencatat harga jual produk bermasalah mencapai Rp23.385 per kilogram. Sementara perhitungan harga wajarnya berada di kisaran Rp13.689 per kilogram.

Dengan demikian, rata-rata selisih harga mencapai Rp9.695 per kilogram.

Selisih tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah menyoroti dugaan praktik yang merugikan konsumen, terutama ketika produk yang dibeli ternyata tidak memenuhi kandungan sebagaimana dicantumkan dalam label.

Amran menyebut pada kasus tertentu selisih harga bahkan jauh lebih tinggi.

“Harusnya harganya Rp13.500, tapi ada yang dijual sampai Rp57.000 per kilogram,” ujar Amran.

Selisih Harga Tertinggi Capai Sekitar Rp44.100 per Kilogram

Dalam paparan pemerintah, salah satu produk berinisial WFO ditemukan dijual dengan harga Rp57.600 per kilogram.

Padahal, pemerintah menghitung harga wajarnya sekitar Rp13.500 per kilogram.

Dengan perbandingan tersebut, selisih harganya mencapai sekitar Rp44.100 per kilogram.

“Beras fortifikasi dijual tertinggi Rp57.000. Mana bisa orang miskin membeli harga Rp57.000? Padahal begitu dicek, seharusnya harganya Rp13.000. Karena vitamin tadi yang disyaratkan di labelnya itu tidak sesuai. Ini diduga ya, penipuan selisih Rp44.000 per kilo, yang tertinggi ya,” kata Amran.

Amran menilai kondisi tersebut semakin jauh dari tujuan awal penyediaan beras fortifikasi.

Beras Fortifikasi Ditujukan untuk Kelompok Rentan

Fortifikasi merupakan penambahan zat gizi tertentu pada beras untuk membantu pemenuhan kebutuhan kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan nutrisi.

Menurut pemerintah, kelompok sasaran beras fortifikasi antara lain masyarakat kurang mampu, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta kelompok yang menghadapi persoalan stunting.

Karena itu, tingginya harga produk dianggap tidak sejalan dengan tujuan tersebut.

“Fortifikasi bukan untuk menggantikan beras premium. Fortifikasi ini untuk kelompok rentan, stunting, orang miskin, ibu hamil, menyusui, dan balita. Kalau dijual dengan harga sangat tinggi, tentu tidak tepat sasaran,” ujar Amran.

Ia menilai produk yang seharusnya membantu kelompok rentan justru berpotensi sulit dijangkau apabila harganya lebih tinggi dibandingkan beras premium maupun medium.

“Ini menyusahkan konsumen kita. Tujuan fortifikasi adalah untuk ibu hamil, menyusui, penderita stunting, dan masyarakat kurang mampu. Jadi tujuan kita tidak tercapai, kenapa justru harganya jauh lebih tinggi daripada beras premium dan medium,” lanjutnya.

25 dari 27 Merek Tidak Memenuhi Persyaratan

Pemerintah tidak hanya menemukan persoalan harga, tetapi juga ketidaksesuaian kandungan produk.

Dari 27 merek yang diperiksa, sebanyak 25 merek dinyatakan tidak memenuhi persyaratan, sedangkan dua lainnya memenuhi ketentuan.

Pengujian dilakukan melalui Laboratorium IPB Bogor, Laboratorium BRMP, Saraswanti Indo Genetech (SIG), serta Eurofins Angler Biochemlab yang disebut telah memiliki sertifikasi.

Pemerintah menyebut produk bermasalah tidak memenuhi kandungan dan mutu sebagaimana dipersyaratkan dalam SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.

Ketidaksesuaian terutama berkaitan dengan kandungan zat gizi yang ditemukan tidak sama dengan informasi yang tercantum pada label.

Ini 25 Merek yang Masuk Temuan Pemerintah

Dalam pemaparan Kementerian Pertanian, 25 merek yang masuk dalam hasil pemeriksaan terdiri atas:

  1. Idola Fortifikasi
  2. Idola High Quality Whole Grain Rice
  3. Idola Long Grain Rice
  4. Ikan Mas Cupang
  5. AAA Wijaya Kusuma
  6. Cantik Manis
  7. Penari Bangkok
  8. Topi Koki Short Grain
  9. Topi Koki Setra Royale
  10. Topi Koki Long Grain Crystal
  11. HOK-1 Gohan
  12. Maknyuss Pulen Gizi
  13. Anak Raja Fortifikasi
  14. Anak Raja Nusantara
  15. Top Anak Raja
  16. PMS Induk Ayam
  17. Sumo
  18. Rasvit
  19. FS Nutri Rice
  20. Pelikan
  21. Rice Rojolele
  22. Super Kepala Beras Premium 111
  23. 111 Golden Number
  24. Putri Koki
  25. Wellfarm Beras Diabet

Daftar tersebut merupakan produk yang dicantumkan dalam paparan pemerintah berdasarkan hasil pemeriksaan.

Pemerintah masih melakukan pendalaman terhadap dugaan pelanggaran dan keterlibatan masing-masing pihak sesuai ketentuan hukum.

Potensi Kerugian Diestimasi Mencapai Rp89 Triliun

Selain menghitung selisih harga per kilogram, pemerintah juga memperkirakan nilai dugaan kerugian dalam skala lebih luas.

Amran menyebut estimasinya dapat mencapai sekitar Rp89 triliun.

“Ini sudah tidak tepat sasaran. Kemudian saat ini juga ada praktik penipuan terhadap beras fortifikasi, nilainya ini estimasi ya, Rp89 triliun. Sesuai data BPS, 39% beras yang beredar premium dan fortifikasi. Sekarang premium hilang, menjelma menjadi fortifikasi,” katanya.

Pemerintah menegaskan angka Rp89 triliun tersebut masih berupa estimasi dan menjadi bagian dari proses pendalaman bersama aparat penegak hukum.

Besaran kerugian yang sebenarnya masih perlu dibuktikan lebih lanjut melalui proses pemeriksaan dan penegakan hukum.

Pemerintah Perintahkan Penarikan hingga Proses Hukum

Atas hasil pemeriksaan tersebut, pemerintah menyatakan telah mengambil sejumlah tindakan.

Langkah yang ditempuh mencakup penarikan produk dari peredaran, pencabutan izin, serta proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Yang pertama kami sudah perintahkan tarik, yang kedua cabut izinnya, yang ketiga diproses,” tegas Amran.

Menurutnya, tindakan tersebut diperlukan karena persoalan beras berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat luas.

Pemerintah juga ingin memastikan bahwa konsumen tidak hanya memperoleh beras dengan harga yang wajar, tetapi juga mendapatkan kualitas serta kandungan yang sesuai dengan informasi produk.

“Jangan sampai ada yang menyusahkan rakyat kecil. Kita ingin semuanya tumbuh bersama, tetapi jangan ada yang merugikan rakyat kecil,” kata Amran.

Kasus Berawal dari Penelusuran Harga Beras Premium

Persoalan beras fortifikasi ini muncul setelah pemerintah sebelumnya menelusuri lonjakan harga dan kelangkaan beras premium pada April 2026.

Saat itu, Bapanas turun ke pasar untuk mengetahui penyebab beras premium semakin sulit ditemukan dan harganya meningkat.

Salah satu persoalan yang muncul adalah ketidaksinkronan antara biaya produksi di tingkat hulu dan harga eceran tertinggi di tingkat hilir.

Harga pembelian pemerintah gabah saat itu berada di Rp6.500 per kilogram, sementara produsen swasta dan Perum Bulog sama-sama melakukan penyerapan gabah petani.

Kondisi tersebut membuat pasokan yang dapat diperoleh produsen beras premium semakin terbatas.

Pada saat yang sama, pemerintah menetapkan HET beras sekitar Rp14.900 per kilogram.

Tekanan biaya produksi kemudian memunculkan sejumlah praktik yang menjadi perhatian pemerintah, termasuk pencampuran beras premium dengan beras berkualitas lebih rendah.

Sepanjang 2024 hingga 2026, pemerintah mencatat sebanyak 47 kasus terkait beras telah berhasil dibongkar.

Kini pengawasan kembali diperketat setelah pemerintah menemukan dugaan ketidaksesuaian kandungan dan harga pada produk beras yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Beras Fortifikasi Abal-abalJakarta SelatanKepala Badan Pangan Nasionalkonferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Saddam

Saddam

Related Stories

Hadiri Harlah ke-5 RBPI, Kakorlantas Polri Tekankan Pentingnya Keselamatan Pengemudi

Keselamatan Pengemudi Jadi Fokus Kakorlantas Polri di Harlah RBPI

by Eko
2 November 2026
0

Headline.co.id ~ Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin menegaskan keselamatan pengemudi harus menjadi prioritas bersama. Penegasan...

Lansia 89 Tahun Ditemukan Meninggal dengan Luka Bakar di Sawah Godean Sleman, Polisi Selidiki Penyebabnya

Pamit Pergi ke Sawah Sejak Pagi, Lansia di Godean Sleman Ditemukan Meninggal dengan Luka Bakar

by Saddam
2 November 2026
0

Headline.co.id, Sleman ~ Seorang lansia berinisial H.W. (89) ditemukan meninggal dunia dengan luka bakar pada sebagian tubuhnya di area persawahan...

Pondok Ngruki Tegas Desak Wakapolda Jateng Segera Selesaikan Persoalan Penggerebekan Asrama Santriwati dan Kembalikan Barang yang Tidak Terkait Perkara

Pondok Ngruki Desak Polda Jateng Jelaskan Dasar Penyitaan dan Kembalikan Barang Santriwati

by Hendrawan
1 November 2026
0

Headline.co.id, Sukoharjo ~ Pondok Ngruki meminta Polda Jawa Tengah memberikan kejelasan mengenai dasar hukum penyitaan dan prosedur penggeledahan terkait penggerebekan...

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Mohamad Shidqon Prabowo

GP Ansor Jateng Kecam Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo, Soroti Sikap Aparat Kepolisian

by Hendrawan
1 November 2026
0

Headline.co.id, Sukoharjo ~ Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah meminta aparat kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani...

Komandan Nasional KOKAM Elli Oschar

KOKAM Soroti Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Sindir Tagline Polisi Bersama Masyarakat

by Hendrawan
1 November 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) meminta pengusutan secara transparan terhadap dugaan tindakan berlebihan aparat kepolisian saat...

Operasi Patuh Telabang 2026, Satlantas Seruyan Bagikan Brosur Keselamatan kepada Pengguna Jalan

Operasi Patuh Telabang 2026, Satlantas Seruyan Edukasi Pengendara

by Eko
1 November 2026
0

Headline.co.id ~ Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Seruyan membagikan leaflet dan brosur keselamatan berlalu lintas kepada pengguna jalan dalam...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Peningkatan Kasus Gigitan Ular di Indonesia, Pakar UGM Dorong Inovasi Serum Antibisa

Peningkatan Kasus Gigitan Ular di Indonesia, Pakar UGM Dorong Inovasi Serum Antibisa

16 November 2025
Petugas Kepolisian berada di lokasi remaja tengelam di kali Progo

Remaja 17 Tahun Meninggal Tenggelam di Sungai Progo, Diduga Masuk ke Sungai untuk Ambil Kail yang Tersangkut

25 October 2025
Komisi Yudisial Perketat Seleksi Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc, Publik Diminta Berpartisipasi

Komisi Yudisial Perketat Seleksi Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc, Publik Diminta Berpartisipasi

5 June 2026

13 Personel Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran Rumah di Tanah Baru

4 March 2022
Link Video Viral Justpasteit Terbaru Bikin Penasaran, Ini Fakta dan Risiko di Baliknya

Link Video Viral Justpasteit Ramai Diburu, Warganet Diingatkan Waspadai Tautan Tak Terpercaya

4 September 2026
:

Pemkab Muara Enim dan Kejari Bersinergi untuk Penguatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum

6 August 2026
BPBD Demak Peringatkan Potensi Banjir di Awal 2026, Warga Diminta Tetap Siaga

BPBD Demak Peringatkan Potensi Banjir di Awal 2026, Warga Diminta Tetap Siaga

12 December 2025

Artikel Terbaru

Hadiri Harlah ke-5 RBPI, Kakorlantas Polri Tekankan Pentingnya Keselamatan Pengemudi

Keselamatan Pengemudi Jadi Fokus Kakorlantas Polri di Harlah RBPI

2 November 2026
Kemenag Kembangkan ICBP sebagai Basis Data Pembangunan Ketahanan Keluarga

ICBP Kemenag Jadi Basis Data Ketahanan Keluarga

2 November 2026
Lansia 89 Tahun Ditemukan Meninggal dengan Luka Bakar di Sawah Godean Sleman, Polisi Selidiki Penyebabnya

Pamit Pergi ke Sawah Sejak Pagi, Lansia di Godean Sleman Ditemukan Meninggal dengan Luka Bakar

2 November 2026
Oratmangoen Kembali Starter Di Laga Kontra Isenmulang Kalteng Fc

PERSIB vs Isenmulang Kalteng FC: Oratmangoen Starter

1 November 2026
Persib U20 Harus Puas Bermain Imbang Lagi

Persib U20 Imbang 1-1 Lawan Persis, Dua Pemain Dikartu Merah

1 November 2026
Peralta Dan Menalo Bawa Persib Ungguli Isenmulang Di Babak Pertama

Persib Unggul 3-0 atas Isenmulang di Babak Pertama

1 November 2026
Pondok Ngruki Tegas Desak Wakapolda Jateng Segera Selesaikan Persoalan Penggerebekan Asrama Santriwati dan Kembalikan Barang yang Tidak Terkait Perkara

Pondok Ngruki Desak Polda Jateng Jelaskan Dasar Penyitaan dan Kembalikan Barang Santriwati

1 November 2026

Popular Story

Perluas Layanan Digital hingga Kecamatan, Disdukcapil Katingan Gencarkan Aktivasi IKD
Pemerintah

Aktivasi IKD Katingan Menyasar Mendawai dan Katingan Kuala

by Dani
30 October 2026
0

Headline.co.id ~ Kasongan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Katingan memperluas...

Read moreDetails

Toni Firmansyah Persembahkan Kemenangan Persebaya untuk Bonek

Pemuda Fest 2026 di Gorontalo Fokus pada Karawo dan Wirausaha

Kemkomdigi Perkuat Pelatihan AI bagi Anak Muda Indonesia Timur

SQTDP Dorong Pariwisata Berkelanjutan di Enam Destinasi

The Wonder of Harmony Kemenag Tekankan Ruang Perjumpaan

Persebaya Selamat dari Kekalahan Berkat Gol Risto Mitrevski

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem dan Gelombang 2,5 Meter di Riau

Perundungan di Sekolah Harus Ditangani Sejak Dini, Kata Mendikdasmen

Persib Store Soreang Hadir, Dekatkan Diri dengan Bobotoh

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.