Headline.co.id, Pekanbaru ~ Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meminta orang tua mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah kualitas udara yang masih terdampak kabut asap. Imbauan itu disampaikan setelah rapat bersama BMKG, dokter spesialis paru, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di rumah dinas, Selasa (15/9/2026). PJJ diberlakukan untuk mendukung kegiatan belajar dari rumah selama kondisi udara masih menjadi perhatian. Para siswa akan mengikuti pembelajaran jarak jauh sampai Minggu.
Agung juga meminta para guru menyesuaikan materi serta tugas selama PJJ agar tidak membebani orang tua maupun peserta didik. Menurut dia, dukungan keluarga diperlukan agar kegiatan belajar dari rumah tetap dapat berjalan di tengah kondisi kabut asap.
PJJ di Pekanbaru Berlangsung sampai Minggu
Dalam pernyataannya, Agung menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan PJJ. Orang tua diminta memberikan pendampingan kepada anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Di sisi lain, guru diingatkan untuk mempertimbangkan beban yang harus dijalani keluarga selama pembelajaran jarak jauh. Materi dan tugas yang diberikan diharapkan tetap dapat diikuti peserta didik tanpa menambah beban orang tua.
“Saya juga mengingatkan, para guru agar memberikan materi dan tugas yang tidak membebani orang tua maupun peserta didik selama PJJ berlangsung. Mereka akan melaksanakan pembelajaran jarak jauh sampai hari Minggu,” kata Agung.
Wali Kota Minta Warga Tidak Membakar Sampah
Agung menyatakan, saat ini tidak ditemukan titik api di Kota Pekanbaru. Meski demikian, ia meminta warga tetap meningkatkan kewaspadaan karena pembakaran sampah secara sembarangan berpotensi memicu kebakaran dan memperburuk kondisi udara.
Ia mengingatkan ketiadaan titik api tidak boleh membuat masyarakat mengabaikan pencegahan. Warga diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama ketika kualitas udara masih terdampak kabut asap.
“Walaupun titik api kosong atau tidak ada titik api, seluruh warga Pekanbaru harus waspada dan tidak membakar sembarangan,” ujar Agung.
Kelompok Rentan Diminta Berhati-hati
Selain mengingatkan soal PJJ dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, Agung memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak kabut asap. Kelompok tersebut mencakup balita, anak-anak, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
Kelompok rentan diminta berhati-hati dan tidak perlu keluar rumah. Bagi warga yang membutuhkan masker, Agung menyarankan agar menghubungi puskesmas terdekat.
“Kepada kelompok rentan, balita, anak-anak, juga yang mempunyai penyakit komorbid, tentunya harus hati-hati. Tidak perlu keluar rumah atau bisa menghubungi puskesmas terdekat untuk mendapatkan masker,” tutur Agung.
Imbauan tersebut disampaikan setelah Agung mengikuti rapat bersama BMKG, dokter spesialis paru, dan kepala OPD terkait. Dalam kondisi kabut asap, pemerintah kota meminta masyarakat mendukung pelaksanaan PJJ, mencegah pembakaran sembarangan, serta memperhatikan perlindungan bagi kelompok yang rentan.


















