Headline.co.id, Malang ~ Gempa Malang hari ini berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Malang dan sekitarnya pada Senin (14/9/2026) pukul 08.42 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut pusat gempa berada di laut, sekitar 160 kilometer arah tenggara Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil pemutakhiran analisis, sumber gempa berada pada kedalaman 39 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
Informasi mengenai gempa Malang hari ini tersebut merupakan hasil analisis terbaru BMKG setelah parameter awal gempa sempat tercatat dengan magnitudo 5,2. BMKG terus melakukan pemutakhiran data dengan memanfaatkan jaringan sensor kegempaan untuk memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai magnitudo, lokasi episenter, dan kedalaman sumber gempa.
Gempa Malang hari ini juga dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Sumbermanjing Wetan dan Gedangan di Kabupaten Malang hingga Puger, Kabupaten Jember. Intensitas getaran di wilayah tersebut tercatat mencapai III MMI, yakni guncangan dapat dirasakan nyata di dalam rumah seperti getaran akibat kendaraan besar yang melintas.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Episenter Gempa Berada di Laut Selatan Malang
BMKG mencatat episenter gempa berada di wilayah laut selatan Jawa Timur. Berdasarkan analisis pemutakhiran, pusat gempa terletak sekitar 160 kilometer arah tenggara Kabupaten Malang dengan kedalaman 39 kilometer.
Lokasi gempa yang berada di laut sempat menimbulkan perhatian terkait kemungkinan tsunami. Namun, BMKG memastikan karakteristik gempa tersebut tidak memicu ancaman tsunami.
Kepala Geofisika III BMKG Malang, Ricko Kardoso, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak khawatir terhadap kemungkinan gelombang tsunami.
“Dari analisis BMKG, gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami, jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan hal itu,” kata Ricko saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026).
Keterangan tersebut menjadi acuan penting bagi masyarakat di wilayah pesisir selatan Jawa Timur untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
BMKG Ungkap Kedalaman dan Penyebab Gempa
Selain mengungkap lokasi episenter, BMKG menjelaskan karakteristik sumber gempa. Berdasarkan hasil analisis, gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang berkaitan dengan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia.
“Gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia,” ujar Ricko.
BMKG juga mengidentifikasi mekanisme sumber gempa sebagai sesar turun atau normal fault.
Aktivitas subduksi terjadi ketika satu lempeng tektonik bergerak menunjam ke bawah lempeng lainnya. Dalam kasus gempa tersebut, pergerakan Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia menjadi faktor utama yang memicu pelepasan energi di bawah permukaan bumi.
Parameter Awal Gempa Sempat Mencatat M 5,2
Sesaat setelah gempa terjadi, BMKG sempat merilis parameter awal dengan magnitudo 5,2. Pada data awal tersebut, lokasi gempa tercatat berada di koordinat 9,52 Lintang Selatan dan 112,85 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG ketika itu menyebut lokasi gempa berada sekitar 156 kilometer tenggara Kabupaten Malang.
“Lokasi 156 kilometer tenggara Kabupaten Malang, Jatim,” tulis BMKG dalam informasi awal.
Dalam data awal lainnya, pusat gempa juga tercatat berada sekitar 79 kilometer selatan Kabupaten Blitar dengan kedalaman 19 kilometer.
Namun, BMKG kemudian melakukan pemutakhiran setelah memperoleh dan mengolah data yang lebih lengkap dari jaringan pemantauan kegempaan.
Hasil analisis terbaru menetapkan magnitudo gempa menjadi 5,0, dengan episenter sekitar 160 kilometer tenggara Kabupaten Malang dan kedalaman 39 kilometer.
Perubahan parameter dalam informasi gempa merupakan bagian dari proses analisis. Data awal umumnya disampaikan dengan mengutamakan kecepatan agar masyarakat memperoleh informasi segera setelah gempa terjadi, sedangkan hasil pemutakhiran dilakukan setelah data dari berbagai sensor dianalisis lebih lengkap.
Getaran Terasa hingga Jember
BMKG mencatat getaran gempa dirasakan di beberapa wilayah di Jawa Timur.
Di Kabupaten Malang, guncangan dirasakan antara lain di kawasan Sumbermanjing Wetan dan Gedangan. Getaran juga dilaporkan terasa hingga Puger, Kabupaten Jember.
Intensitas guncangan di daerah-daerah tersebut tercatat pada skala III MMI.
Pada tingkat tersebut, getaran gempa dapat dirasakan nyata oleh masyarakat yang berada di dalam rumah. Sensasi guncangan dapat menyerupai getaran akibat kendaraan berat yang sedang melintas.
Dampak suatu gempa tidak hanya ditentukan oleh besarnya magnitudo. Jarak wilayah dari pusat gempa, kedalaman sumber gempa, kondisi tanah, serta konstruksi bangunan juga memengaruhi kuat atau lemahnya guncangan yang dirasakan.
Belum Ada Gempa Susulan hingga Pukul 10.00 WIB
Hingga pukul 10.00 WIB pada Senin, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan setelah gempa utama terjadi pada pukul 08.42 WIB.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.
BMKG mengingatkan warga agar tidak langsung mempercayai informasi mengenai gempa, potensi tsunami, maupun kemungkinan gempa susulan apabila tidak berasal dari lembaga yang berwenang.
Masyarakat juga diminta memeriksa kondisi bangunan setelah merasakan guncangan dan menghindari bagian bangunan yang mengalami kerusakan atau berpotensi roboh.
BMKG Ingatkan Langkah Keselamatan Saat Gempa
Selain menyampaikan hasil analisis gempa, BMKG mengingatkan masyarakat memahami prosedur keselamatan ketika merasakan guncangan.
Ricko menyarankan masyarakat menerapkan prinsip drop, cover, and hold on apabila gempa terjadi saat berada di dalam bangunan.
“Ketika merasakan gempa bumi, masyarakat dapat melakukan drop, cover, and hold on, yaitu merunduk, melindungi kepala, dan berpegangan pada meja atau benda yang kuat,” ujar Ricko.
Langkah tersebut bertujuan mengurangi risiko cedera akibat benda yang jatuh atau perabotan yang bergerak selama guncangan berlangsung.
BMKG juga mengimbau masyarakat mengikuti perkembangan informasi mengenai gempa melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal resmi BMKG.
Dengan hasil pemutakhiran yang menempatkan episenter sekitar 160 kilometer tenggara Kabupaten Malang pada kedalaman 39 kilometer, BMKG memastikan gempa magnitudo 5,0 tersebut tidak berpotensi tsunami. Masyarakat tetap diminta waspada, namun tidak panik dan hanya menjadikan informasi resmi sebagai rujukan.




















