Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan APBN 2027 akan digunakan sebagai katalis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Kerja Gabungan Komite IV DPD RI bersama Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, dan Bank Indonesia di Jakarta, Senin (14/9/2026). Pemerintah mengarahkan strategi ekonomi dan fiskal 2027 untuk menghadapi persaingan global, perubahan teknologi, serta ketidakpastian geopolitik melalui penguatan sinergi kebijakan dan dukungan terhadap investasi.
Dalam forum tersebut, pemerintah menyampaikan Strategi Ekonomi dan Fiskal Tahun 2027 serta Sinergi dan Harmonisasi Kebijakan Pusat dan Daerah, termasuk arah kebijakan transfer ke daerah. APBN 2027 dirancang untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan pemerataan manfaat pembangunan.
“Di tengah persaingan global yang semakin ketat, perubahan teknologi yang cepat, serta gejolak geopolitik yang penuh ketidakpastian, APBN memegang peranan yang sangat strategis,” ujar Menkeu Purbaya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
APBN 2027 Didorong Jadi Katalis Pertumbuhan
Purbaya mengatakan APBN tidak hanya berfungsi sebagai dokumen keuangan negara. Menurut dia, APBN merupakan instrumen untuk melindungi masyarakat, memperkuat fondasi ekonomi, dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
“APBN bukan sekedar dokumen keuangan negara, tetapi APBN adalah alat perjuangan untuk melindungi rakyat, memperkuat fondasi ekonomi, dan mewujudkan cita-cita mulia bangsa, yaitu Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” tegasnya.
Untuk menghadapi kondisi global, pemerintah menempatkan APBN sebagai shock absorber sekaligus agent of development. Kebijakan fiskal juga diarahkan tetap berkelanjutan melalui pengendalian defisit serta penguatan sinergi dengan kebijakan moneter dan sektor keuangan.
“Di tengah gejolak global, APBN tetap dioptimalkan sebagai shock absorber sekaligus agent of development, dengan tetap menjaga keberlanjutan fiskal,” kata Purbaya.
Pemerintah menyebut sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas dan daya tahan perekonomian. Langkah tersebut mencakup menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi dan pangan, memastikan stok beras serta energi berada pada level aman, memberikan stimulus untuk menjaga daya beli dan daya tahan dunia usaha, serta memperbaiki pola belanja agar lebih cepat dan merata.
Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh 21,3 persen secara tahunan. Belanja negara tetap tumbuh kuat dengan defisit sebesar 0,91 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Hingga akhir Agustus 2026, defisit masih berada di sekitar 0,9 persen terhadap PDB.
Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 Capai 6 Persen
Purbaya menyampaikan strategi ekonomi dan fiskal 2027 akan ditempuh melalui penguatan sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, serta dukungan terhadap peningkatan investasi. Investasi diarahkan untuk mempercepat pengembangan sektor-sektor strategis dan mendorong transformasi ekonomi.
“Pemerintah menempatkan APBN sebagai katalis untuk memperdayakan peran swasta dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan,” ujar Purbaya.
Pemerintah mengusung pendekatan pro-growth dan pro-welfare, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dalam beberapa periode sebelumnya cenderung berada di sekitar 5 persen atau lebih rendah kini diarahkan menuju sekitar 6 persen.
Dalam kerangka itu, RAPBN 2027 dirancang dengan defisit sebesar 2,4 persen terhadap PDB. Pendapatan negara direncanakan mencapai Rp3.426 triliun, sedangkan belanja negara dianggarkan sebesar Rp4.097,2 triliun.
“Dengan strategi ekonomi yang tepat dan kebijakan fiskal yang prudent dan sustainable, pemerintah optimis ekonomi Indonesia pada tahun 2027 mampu tumbuh 6 persen dengan inflasi terjaga pada level 2,5 persen,” ungkap Purbaya.
Asumsi Makro dan Sasaran Kesejahteraan
Sejalan dengan strategi tersebut, suku bunga Surat Berharga Negara tenor 10 tahun diperkirakan berada pada kisaran 6,9 persen. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan berada pada level Rp17.500 per dolar AS, sedangkan harga minyak mentah Indonesia atau ICP diperkirakan sebesar US$75 per barel.
Dalam pembahasan RAPBN bersama DPR RI, asumsi dasar ekonomi makro secara umum disepakati sama dengan usulan pemerintah. Perubahan terdapat pada asumsi lifting minyak menjadi 612,5 ribu barel per hari.
Pendapatan negara juga disepakati meningkat sebesar Rp9,07 triliun dengan defisit tetap sebesar 2,4 persen terhadap PDB. Dengan demikian, belanja negara turut meningkat sebesar Rp9,07 triliun.
Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan turun ke rentang 6,5–7,5 persen. Tingkat pengangguran terbuka ditargetkan berada pada rentang 4,30–4,87 persen.
Target rasio gini yang semula berada pada rentang 0,362–0,367 disepakati menjadi 0,360–0,365 dalam pembahasan bersama DPR RI. Sementara itu, Indeks Modal Manusia ditargetkan meningkat menjadi 0,575.
“Dengan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif menjadi faktor pendorong percepatan peningkatan kehidupan masyarakat,” pungkas Purbaya.
Pemerintah akan terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, serta kebijakan pusat dan daerah agar APBN 2027 berperan sebagai instrumen stabilisasi sekaligus penggerak transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


















