Headline.co.id, Jakarta ~ Tim Psikologi dari Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) telah hadir di pengungsian Gelora Samador untuk membantu memulihkan trauma warga yang terdampak gempa bumi di Flores. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons terhadap gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Mbay, Nagakeo, NTT, pada 17 Agustus 2026. Kehadiran tim psikologi ini bertujuan untuk memberikan dukungan psikososial kepada para pengungsi yang mengalami trauma akibat bencana alam tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, menjelaskan bahwa tim psikologi ini terdiri dari para ahli yang terlatih dalam menangani trauma pascabencana. “Kami berupaya memberikan pendampingan psikologis agar para korban dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik,” ujar Kombes Rishian. Selain itu, tim juga memberikan edukasi mengenai cara mengatasi stres dan kecemasan yang mungkin dialami oleh para pengungsi.
Di pengungsian Gelora Samador, tim psikologi Polda NTT melakukan berbagai kegiatan, termasuk sesi konseling individu dan kelompok. Mereka juga mengadakan aktivitas rekreasi untuk anak-anak guna mengalihkan perhatian dari pengalaman traumatis yang baru saja dialami. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemulihan mental para korban gempa.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Polda NTT berkomitmen untuk terus mendampingi para pengungsi hingga situasi kembali normal. Selain dukungan psikologis, Polda NTT juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. “Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan siap memberikan bantuan lebih lanjut jika diperlukan,” tambah Kombes Rishian. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab Polda NTT dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam.
















