Headline.co.id, Jakarta ~ Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mendapat persetujuan DPR RI untuk menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Persetujuan itu membuka jalan bagi Suyudi untuk menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai pimpinan Polri. Ia dijadwalkan dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis siang.
Profil Komjen Suyudi Ario Seto menunjukkan pengalaman panjang di bidang reserse dan sejumlah posisi strategis di kepolisian. Sebelum mendapat persetujuan sebagai calon Kapolri, Suyudi menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 25 Agustus 2025.
Perwira tinggi Polri kelahiran Pandeglang, Banten, itu merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri), yang kini menjadi Akademi Kepolisian (Akpol), tahun 1994. Suyudi satu angkatan dengan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pengalaman Suyudi di BNN dan Polda
Suyudi dipercaya menjadi Kepala BNN pada 25 Agustus 2025 untuk menggantikan Komjen Pol. Martinus Hukom. Sebelumnya, ia memimpin Polda Banten sebagai kapolda sejak 26 Juni 2024 hingga 5 Agustus 2025.
Sebelum memimpin Polda Banten, Suyudi menjabat Wakapolda Metro Jaya sejak 27 Maret 2023 sampai 26 Juni 2024. Penugasan tersebut melanjutkan perjalanan kariernya di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang telah berlangsung sejak awal karier.
Pada Desember 2025, nama Suyudi kembali menjadi perhatian setelah BNN di bawah kepemimpinannya mengungkap kasus besar peredaran narkotika internasional. Dalam operasi tersebut, aparat mengungkap penyelundupan sabu seberat dua ton yang disebut dikendalikan Dewi Astutik alias PA.
Nilai narkotika dalam kasus itu diperkirakan mencapai Rp5 triliun. Pengungkapan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam masa kepemimpinan Suyudi di BNN sebelum ia mendapat persetujuan DPR RI untuk menjadi Kapolri.
Karier Suyudi Dimulai dari Fungsi Reserse
Setelah lulus Akpol, Suyudi mengawali karier dari sejumlah jabatan yang berkaitan dengan fungsi reserse. Pada 1995, ia bertugas sebagai Pama Pus Brimob. Setahun kemudian, ia menjabat Daton I KI 5119.
Kariernya kemudian berkembang di sejumlah kesatuan kepolisian. Suyudi pernah menjabat Kapolsek Pasar Minggu pada 2004, Kapolsek Metro Tanah Abang pada 2012, serta Kapolsek Metro Penjaringan pada 2013.
Pada 2014 hingga 2015, Suyudi dipercaya memimpin Polres Majalengka. Ia kemudian menjabat Kapolres Bogor Kabupaten pada 2015-2016 dan Kapolresta Bogor pada 2016-2017.
Penugasan Suyudi berlanjut ke Bareskrim Polri pada 2017. Di lembaga tersebut, ia lain dipercaya menjadi Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber.
Dua tahun kemudian, Suyudi kembali bertugas di Polda Metro Jaya. Pada 2019, ia dipercaya memimpin Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
Pendidikan dan Gelar Akademik
Di bidang pendidikan, Suyudi menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003. Ia menyandang gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K), Sarjana Hukum, serta Magister Sains.
Suyudi juga memperoleh gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanegara pada 31 Januari 2026.
Rangkaian pengalaman di fungsi reserse, kepemimpinan di sejumlah wilayah kepolisian, penugasan di Bareskrim Polri, hingga jabatan sebagai Kepala BNN mengantarkan Suyudi ke posisi tertinggi di Korps Bhayangkara.
Setelah persetujuan DPR RI dalam rapat paripurna, Suyudi bersiap menjalankan tugas sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















