Headline.co.id, Bupati Tanah Datar ~ Eka Putra, menguatkan hubungan pemerintah daerah dan perantau melalui acara silaturahmi Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kabupaten Bungo. Acara tersebut berlangsung di Komplek Rumah Dinas Bupati Bungo pada Senin, 20 April 2026. Kehadiran Bupati Eka Putra bersama Ketua TP PKK, Lise Eka Putra, serta jajaran organisasi perangkat daerah bertujuan untuk mempererat hubungan emosional masyarakat Tanah Datar dengan Pemerintah Kabupaten Bungo, Jambi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Eka Putra menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bungo yang telah menerima masyarakat Tanah Datar dengan baik. “Secara geografis, Sumatra Barat (Sumbar) dan Jambi, khususnya Bungo, adalah wilayah yang bertetangga. Banyak warga Tanah Datar yang telah lama menetap di sini,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah setempat, agar masyarakat perantau dapat berkontribusi dalam pembangunan.
Bupati Eka Putra juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai adat dan budaya sebagai identitas meskipun berada di perantauan. “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita harus mampu beradaptasi tanpa melupakan akar budaya sebagai jati diri,” pesannya. Ia juga menitipkan masyarakat Tanah Datar yang berada di Kabupaten Bungo kepada pemerintah setempat dan menyampaikan apresiasi atas sikap inklusif daerah tersebut.
Ketua IKTD Kabupaten Bungo, Hardius, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan perantau dengan pemerintah daerah, baik dari Kabupaten Bungo maupun Tanah Datar. Saat ini, jumlah warga Tanah Datar di Bungo mencapai lebih dari 800 kepala keluarga dengan berbagai profesi.
Bupati Bungo, Dedy Putra, menegaskan bahwa daerahnya terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku. Ia menekankan pentingnya menjaga suasana aman, nyaman, dan kondusif demi mendukung pembangunan daerah. “Kami sangat terbuka, siapa pun boleh tinggal dan berusaha di sini. Yang penting dapat berkontribusi bagi kemajuan daerah,” ujarnya. Ia juga mengajak para investor untuk berinvestasi di Kabupaten Bungo guna mempercepat pembangunan daerah, mengingat keterbatasan anggaran daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi pemerintah daerah dan masyarakat perantau semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga nilai budaya di tengah kehidupan yang heterogen.





















