Headline.co.id, Banda Aceh ~ Kebakaran yang terjadi pada KMP Aceh Hebat 2 di Dermaga Ulee Lheue, Banda Aceh, beberapa hari lalu mendorong PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk menyesuaikan pola operasional penyeberangan. Langkah ini diambil guna memastikan konektivitas antarpulau di Aceh tetap terjaga. Penyesuaian ini penting untuk memastikan layanan transportasi laut menuju Sabang dan wilayah kepulauan lainnya tetap beroperasi, sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarpulau tidak terganggu.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menyatakan bahwa meskipun ada perubahan jadwal dan pengaturan armada di beberapa lintasan, layanan penyeberangan di Aceh masih berlangsung normal. Penyesuaian operasional dilakukan dengan optimalisasi kapal yang tersedia, tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa. Windy menambahkan bahwa layanan penyeberangan di Aceh sangat penting karena tidak hanya menjadi sarana transportasi bagi masyarakat, tetapi juga mendukung distribusi logistik, kegiatan ekonomi, sektor pariwisata, dan aktivitas sosial di wilayah kepulauan.
“Kami memastikan layanan penyeberangan di Aceh tetap berjalan dengan baik melalui optimalisasi armada operasional,” ujar Windy pada Selasa (16/6/2026). Saat ini, lintasan Ulee Lheue–Balohan dilayani oleh KMP BRR, sementara KMP Papuyu dioperasikan untuk melayani lintasan Ulee Lheue–Lamteung dan Ulee Lheue–Serapung.
Dalam skema operasional yang berlaku, KMP BRR berangkat dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju Balohan pada pukul 11.00 WIB dan 17.00 WIB, sedangkan keberangkatan dari Pelabuhan Balohan menuju Ulee Lheue dijadwalkan pada pukul 08.00 WIB dan 14.00 WIB. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, menyatakan bahwa kondisi layanan di lapangan masih terkendali meskipun ada penyesuaian frekuensi pelayaran. “Secara umum, layanan penyeberangan masih berjalan normal,” ujarnya.
Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan penyeberangan tercermin dari data operasional lintasan Ulee Lheue–Balohan. Sepanjang Januari hingga 15 Juni 2026, lintasan tersebut telah melayani 1.258 trip dengan total 184.512 penumpang dan 87.777 unit kendaraan dari berbagai golongan. Pada periode 1 hingga 15 Juni 2026, tercatat sebanyak 94 trip telah mengangkut 16.475 penumpang dan 9.347 unit kendaraan. Data ini menunjukkan peran strategis layanan penyeberangan sebagai urat nadi konektivitas Banda Aceh dan Sabang.






















