Headline.co.id, Manggarai ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah cepat dengan mendirikan rumah sakit lapangan setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Gempa yang terjadi pada hari Minggu, 16 Agustus 2026, ini menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan warga setempat.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bahwa rumah sakit lapangan ini didirikan untuk memberikan pelayanan kesehatan darurat kepada para korban gempa. “Kami berupaya memastikan bahwa semua korban mendapatkan perawatan yang diperlukan sesegera mungkin,” ujar Suharyanto. Selain itu, BNPB juga mengirimkan tim medis dan logistik untuk mendukung operasi tanggap darurat di lokasi bencana.
Pemerintah daerah setempat bekerja sama dengan BNPB untuk memfasilitasi evakuasi warga yang terdampak dan memastikan distribusi bantuan berjalan lancar. Upaya ini termasuk penyediaan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan tempat penampungan sementara. “Kami berkomitmen untuk memulihkan kondisi secepat mungkin,” tambah Suharyanto.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, Kementerian Perhubungan juga melakukan pemeriksaan terhadap infrastruktur pelabuhan di sekitar wilayah terdampak untuk memastikan keselamatan dan kelancaran arus logistik. Langkah-langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak lanjutan dari gempa dan mempercepat proses pemulihan di Nusa Tenggara Timur.
















