Headline.co.id, Manggarai ~ Polri kembali mengirimkan tim SAR dan bantuan logistik untuk mempercepat penanganan dampak gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini dilakukan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Mbay, Nagakeo, pada Minggu, 16 Agustus 2026. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi dan pemulihan di daerah terdampak.
Kepala Divisi Humas Polri menyatakan bahwa pengiriman tim SAR dan logistik ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk mendukung penanganan bencana di NTT. “Kami berkomitmen untuk memberikan bantuan maksimal dalam situasi darurat ini,” ujarnya. Tim SAR yang dikirim terdiri dari personel yang terlatih dalam penanganan bencana, sementara bantuan logistik mencakup kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Selain gempa di Mbay, gempa bumi lainnya dengan magnitudo 6,2 juga mengguncang Nagakeo, serta gempa bermagnitudo 5,7 di Ruteng, Manggarai, dan 6,5 di Labuan Bajo. Gempa-gempa ini menyebabkan kerusakan infrastruktur dan memaksa ribuan warga mengungsi. Polri bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait lainnya untuk memastikan bantuan dapat disalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Polri juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. “Kami mengutamakan keselamatan warga dan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan bencana berjalan lancar,” tambah Kepala Divisi Humas Polri. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak dan mempercepat proses pemulihan di wilayah tersebut.




















