Headline.co.id, Batang ~ – Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) Korda Kabupaten Batang bersama perangkat desa membersihkan tumpukan sampah di kawasan hutan jati Desa Kuripan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Minggu (27/9/2026). Aksi tersebut dilakukan setelah sampah rumah tangga dan kantong plastik berserakan hingga ke badan jalan. Kegiatan ini bertujuan mengatasi pembuangan sampah liar sekaligus mengedukasi masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Belasan purnawirawan TNI turun langsung mengumpulkan sampah yang menumpuk di sejumlah titik kawasan hutan jati. Mereka mendapat dukungan dari Kepala Desa Wasduridan beserta perangkat desa setempat yang turut terlibat dalam kegiatan bersih-bersih tersebut.
PPIR Temukan Sampah Rumah Tangga hingga Plastik
Koordinator Daerah PPIR Kabupaten Batang Waridi mengatakan, aksi tersebut berawal dari keprihatinan terhadap kondisi kawasan hutan jati yang semestinya asri, tetapi perlahan berubah menjadi tempat pembuangan sampah liar akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut dia, sampah yang ditemukan terutama berupa sampah plastik dan sampah rumah tangga. Tumpukan itu tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berserakan sampai ke badan jalan yang dilalui masyarakat.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan aksi nyata anggota PPIR terhadap kebersihan lingkungan. Kami melihat masih ada sejumlah titik yang dipenuhi sampah, terutama sampah plastik dan sampah rumah tangga,” ujar Waridi di sela-sela kegiatan.
Setelah dikumpulkan, sampah-sampah tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar. Proses pembakaran dilakukan dengan pengawasan ketat karena lokasi berada di kawasan dengan pepohonan jati yang rindang.
Waridi mengatakan anggota PPIR memastikan api tetap terkendali dan memadamkannya hingga benar-benar tuntas. Langkah itu dilakukan untuk mencegah risiko kebakaran hutan di kawasan tersebut.
“Sampah-sampah yang terkumpul kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar di bawah pengawasan ketat. Mengingat lokasi berada di rindangnya pepohonan jati, para anggota PPIR memastikan api tetap terkendali dan memadamkannya hingga benar-benar tuntas untuk mencegah risiko kebakaran hutan,” katanya saat ditemui di kawasan hutan jati Desa Kuripan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang.
PPIR Dorong Perubahan Kebiasaan Warga
PPIR menyatakan kegiatan membersihkan sampah di hutan jati tidak dimaksudkan sebagai agenda seremonial semata. Aksi tersebut juga diarahkan untuk memberikan teladan kepada masyarakat sekitar sekaligus mendorong perubahan kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Waridi menegaskan, gerakan tersebut memiliki misi edukasi. Selain mengurangi tumpukan sampah, PPIR ingin mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga saluran air tetap bersih.
“Bagi PPIR, aksi memungut sampah ini bukan sekadar agenda seremonial angkut-membuang semata. Di balik gerakan fisik tersebut, terselip misi edukasi untuk memutus rantai kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan dan mengingatkan pentingnya menjaga saluran air tetap bersih,” jelasnya.
Ia berharap kepedulian terhadap kebersihan tidak berhenti setelah tumpukan sampah dibersihkan pada hari itu. Menurut Waridi, kebersihan lingkungan membutuhkan kepedulian dan tanggung jawab bersama yang dilakukan setiap hari.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada kerja bakti saja, tetapi dilanjutkan dengan kepedulian dan tanggung jawab bersama setiap hari,” kata Waridi.
PPIR Buka Kolaborasi Penanganan Sampah
Aksi PPIR tersebut mendapat respons hangat dari warga sekitar. Kegiatan belasan purnawirawan dan perangkat desa itu dinilai mendorong kepedulian bersama terhadap persoalan sampah di lingkungan sekitar hutan jati.
PPIR Kabupaten Batang juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah, perangkat desa, dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Kolaborasi itu diharapkan dapat memperluas penanganan masalah sampah, tidak hanya di kawasan hutan jati Desa Kuripan.
Waridi mengatakan sampah merupakan persoalan yang lahir dari aktivitas harian masyarakat sehingga penanganannya memerlukan keterlibatan bersama. Karena itu, PPIR Kabupaten Batang berkomitmen menjadikan aksi sosial tersebut sebagai agenda rutin berkala.
“Kami ingin membangun kerja sama dengan masyarakat dan berbagai pihak agar gerakan menjaga kebersihan lingkungan dapat berlangsung secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.














