Highlight Berita Universitas Alma Ata Perkuat Kualitas Jurnal lewat Pendampingan Submit DOAJ:
Headline.co.id, Yogyakarta ~ Universitas Alma Ata memperkuat kesiapan tata kelola jurnal ilmiah melalui Workshop Pendampingan Submit Directory of Open Access Journals atau DOAJ yang diinisiasi Alma Ata University Press. Kegiatan yang berlangsung dalam dua sesi pada 24 dan 31 Juli 2026 tersebut diikuti belasan pengelola jurnal dari berbagai unit dan program studi di lingkungan Universitas Alma Ata. Pendampingan dilakukan agar setiap jurnal mampu memenuhi standar evaluasi DOAJ sebelum mengirimkan aplikasi indeksasi.
Sesi kedua workshop yang diselenggarakan pada Jumat, 31 Juli 2026, berfokus pada praktik pengisian formulir aplikasi dan konsultasi mengenai persyaratan pengajuan DOAJ. Ahmad Subhan Yazid, M.Cs., dosen Program Studi Informatika Universitas Alma Ata, hadir sebagai narasumber utama dalam pendampingan teknis tersebut.
Dalam kegiatan itu, Ahmad membimbing peserta menelaah setiap bagian formulir aplikasi DOAJ. Peserta juga diajak mendiskusikan sejumlah aspek yang kerap menjadi perhatian tim evaluator dalam proses penilaian jurnal ilmiah.
Pembahasan meliputi perbedaan kebijakan pengarsipan atau archiving dengan repository, perbedaan antara hak cipta dan lisensi publikasi, serta jenis-jenis lisensi yang sesuai dengan prinsip akses terbuka atau open access.
Pendampingan tersebut menjadi tahap lanjutan dari sesi pertama yang digelar pada Jumat, 24 Juli 2026. Pada sesi sebelumnya, peserta memperoleh pemahaman mengenai definisi DOAJ, urgensi indeksasi, berbagai penyebab penolakan aplikasi, serta praktik terbaik dalam proses pengajuan.
Materi pada sesi pertama disampaikan oleh Ikhan Arif, S.T., M.Sc., DOAJ Ambassador sekaligus Managing Editor DOAJ untuk wilayah Indonesia. Pembekalan itu menjadi dasar bagi peserta sebelum memasuki tahap pengisian formulir aplikasi dan pemeriksaan kelengkapan kebijakan jurnal.
Seluruh peserta berhasil menyelesaikan pengisian formulir aplikasi DOAJ dalam sesi pendampingan kedua. Namun, pengajuan atau proses submit belum dilakukan karena masih terdapat sejumlah kebijakan dan informasi pada masing-masing jurnal yang harus disempurnakan.
Perbaikan tersebut diperlukan untuk memastikan informasi yang dicantumkan dalam formulir aplikasi sesuai dengan kebijakan yang ditampilkan pada laman jurnal. Konsistensi informasi menjadi salah satu bagian penting dalam proses evaluasi indeksasi DOAJ.
Ketua Rumah Jurnal Universitas Alma Ata, Veriani Aprilia, mengatakan pendampingan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah di lingkungan universitas.
Menurut Veriani, setiap pengelola jurnal perlu memahami seluruh persyaratan DOAJ secara menyeluruh. Pemahaman tersebut semakin penting karena proses seleksi dan evaluasi jurnal saat ini lebih ketat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Workshop tersebut juga menjadi tindak lanjut atas pengalaman sejumlah jurnal yang sebelumnya belum berhasil melewati evaluasi DOAJ. Melalui pendampingan langsung, pengelola jurnal diharapkan dapat mengidentifikasi kekurangan dan melakukan perbaikan secara menyeluruh sebelum mengajukan kembali aplikasi indeksasi.
Veriani mengingatkan peserta agar tidak hanya berorientasi pada kecepatan pengajuan. Kesiapan tata kelola, transparansi kebijakan, dan kesesuaian informasi dinilai harus menjadi prioritas sebelum formulir dikirimkan kepada tim evaluator.
“Lebih baik seluruh kekurangan diperbaiki terlebih dahulu daripada terburu-buru submit tetapi akhirnya ditolak dan harus menunggu masa embargo untuk mengajukan kembali,” kata Veriani pada akhir kegiatan.
Peringatan tersebut diberikan karena jurnal yang belum memenuhi persyaratan berisiko mengalami penolakan. Kondisi itu dapat memperpanjang proses pengajuan karena pengelola harus melakukan perbaikan dan menunggu masa tertentu sebelum kembali mengirimkan aplikasi.
Standar evaluasi DOAJ saat ini tidak hanya berkaitan dengan kualitas artikel ilmiah yang diterbitkan. Penilaian juga mencakup konsistensi tata kelola jurnal, transparansi kebijakan editorial, penerapan lisensi terbuka, sistem pengarsipan, serta komitmen pengelola terhadap praktik publikasi ilmiah yang baik.
Kebijakan mengenai hak cipta dan lisensi publikasi juga harus dijelaskan secara tepat agar penulis dan pembaca memahami hak penggunaan artikel yang telah diterbitkan. Pengelola jurnal perlu memastikan kebijakan tersebut tersedia secara terbuka dan konsisten pada seluruh bagian laman jurnal.
Selain itu, pengelola perlu membedakan fungsi repository dan sistem archiving. Repository digunakan untuk menyimpan serta menyediakan akses terhadap karya ilmiah, sedangkan kebijakan pengarsipan berkaitan dengan upaya menjaga keberlanjutan akses terhadap konten jurnal apabila terjadi gangguan atau perubahan pada platform penerbitan.
Melalui workshop ini, Universitas Alma Ata mendorong setiap pengelola jurnal tidak sekadar menyelesaikan formulir aplikasi, tetapi juga membangun sistem pengelolaan publikasi yang transparan, konsisten, dan sesuai dengan prinsip akses terbuka.
Pendampingan teknis tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan jurnal-jurnal di lingkungan Universitas Alma Ata untuk mengikuti evaluasi DOAJ. Indeksasi internasional juga diharapkan memperluas akses terhadap hasil penelitian sekaligus meningkatkan daya saing jurnal ilmiah Indonesia di tingkat global.



















