Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Sosial (Kemensos) menggencarkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga berbasis digital untuk memperbaiki akurasi data penerima bantuan sosial (bansos) di seluruh Indonesia. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan kebijakan tersebut melalui keterangan resmi pada Senin (14/9/2026). Gerakan ini memungkinkan masyarakat mengusulkan warga yang layak menerima bansos maupun menyanggah penerima yang dinilai tidak memenuhi kriteria. Pemutakhiran dilakukan secara digital dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, Identifikasi Kependudukan Digital (IKD), dan pemindaian biometrik wajah untuk menekan risiko salah sasaran.
Gerakan Peduli Tetangga berbasis digital tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kemensos menyatakan, langkah ini ditujukan untuk memastikan penyaluran bantuan pemerintah menjangkau warga yang berhak secara adil dan transparan.
Gerakan Peduli Tetangga Perbaiki Data Bansos
Melalui sistem yang dikembangkan, masyarakat diberikan kewenangan untuk menyampaikan usulan mandiri terkait calon penerima bansos. Warga juga dapat mengajukan sanggahan terhadap tetangga yang dinilai tidak layak menerima bantuan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pelibatan masyarakat dilakukan untuk memperbaiki data penerima bansos sekaligus mengurangi risiko inclusion error dan exclusion error. Inclusion error merujuk pada kesalahan ketika warga yang tidak berhak tercatat sebagai penerima, sedangkan exclusion error terjadi ketika warga yang berhak justru tidak tercatat.
Mensos Saifullah Yusuf mengatakan, keterlibatan publik dibutuhkan agar data bansos semakin sesuai dengan kondisi warga di lingkungan masing-masing.
“Kami membuka partisipasi masyarakat secara luas untuk memperbaiki data bansos. Niatnya adalah agar bantuan sosial kita benar-benar tepat sasaran dan menjangkau warga yang berhak,” ujar Mensos.
Verifikasi Bansos Gunakan Sistem Digital
Dalam proses verifikasi, Kemensos memanfaatkan sistem kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan IKD dan pemindaian biometrik wajah. Teknologi tersebut digunakan untuk mengurangi potensi kecurangan serta kesalahan dalam proses validasi manual.
Digitalisasi data juga diterapkan dalam penetapan hasil pemutakhiran penerima sejumlah program bantuan. Saifullah Yusuf mengatakan, hasil pemutakhiran data untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) ditetapkan setiap tiga bulan.
Sementara itu, data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) diperbarui setiap bulan. Pembaruan berkala tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kesesuaian data penerima dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Agen Perlindungan Sosial Dampingi Warga
Kemensos juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi relawan Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Program ini disiapkan untuk membantu warga yang mengalami keterbatasan akses digital atau tidak memiliki perangkat untuk melakukan pendaftaran.
Agen Perlinsos bertugas mendampingi dan memfasilitasi pendaftaran warga di lingkungan sekitar. Pendaftaran dan layanan pendampingan dilakukan melalui portal perlinsos.kemensos.go.id.
Dengan skema tersebut, warga yang kesulitan mengakses layanan digital tetap dapat berpartisipasi dalam pemutakhiran data bansos. Masyarakat juga dapat menyampaikan usulan dan sanggahan melalui pendampingan agen di lingkungan masing-masing.
Digitalisasi Bansos Diperluas
Kemensos menyebut sistem digitalisasi data telah sukses diuji coba di Kabupaten Banyuwangi. Setelah itu, sistem tersebut diterapkan di 42 kabupaten/kota.
Sejak keterbukaan sistem berjalan selama dua tahun terakhir, lebih dari 4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru telah berhasil terdata dan menerima haknya.
Pemerintah menargetkan perluasan uji coba hingga mencakup lebih dari 250 kabupaten/kota pada bulan depan. Setelah tahap tersebut, digitalisasi data bansos ditargetkan diterapkan secara penuh di tingkat nasional pada 2027 dengan fasilitasi dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN).













