Headline.co.id, Surabaya ~ Persija Jakarta menyelesaikan duel melawan Port FC dengan skor 2-2 pada pertandingan Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu, 29 Juli 2026. Persija tertinggal 0-2 lebih dahulu sebelum mencetak dua gol balasan pada menit ke-42 dan ke-52. Empat gol pertandingan lahir dari Peeradol Chamrasamee, Issam Abdallah, Arlyansyah Abdulmanan, serta Stjepan Loncar. Berikut kronologi dan fakta penting dari kebangkitan Macan Kemayoran.
Persija menghadapi laga ini dengan modal kekalahan 0-1 dari Persebaya Surabaya. Port FC berada di puncak sementara Grup B setelah menang 2-0 atas PSMS Medan pada pertandingan pertamanya.
Hasil imbang membuat Persija belum meraih kemenangan, tetapi berhasil menghentikan laju Port FC yang sempat berada dalam posisi kuat untuk mencatat dua kemenangan beruntun. Jalannya laga juga memperlihatkan perubahan skor yang cepat menjelang akhir babak pertama dan awal babak kedua.
Susunan awal Persija dan Port FC
Persija menggunakan formasi dasar 4-3-3 dengan Aqil Savik sebagai penjaga gawang. Empat pemain belakang yang memulai laga ialah Rio Fahmi, Denis Kolinger, Radovan Pankov, dan Fajar Fathurrahman.
Figo Dennis, Fabio Calonego, dan Stjepan Loncar mengisi sektor tengah. Di lini depan, Arlyansyah Abdulmanan ditempatkan bersama Witan Sulaeman dan Eksel Runtukahu.
- Port FC: Michael Falkesgaard; Marcel Scalese, Matheus Lins, Peerawat Akkratum, Suphanan Bureerat; Noboru Shimura, Peeradol Chamrasamee, Bruno Moreira; K Mendes, Issam Abdallah, Lucas Tocantins.
- Persija: Aqil Savik; Rio Fahmi, Denis Kolinger, Radovan Pankov, Fajar Fathurrahman; Figo Dennis, Fabio Calonego, Stjepan Loncar; Arlyansyah Abdulmanan, Witan Sulaeman, Eksel Runtukahu.
Peeradol membuka skor setelah peluang awal Persija
Macan Kemayoran lebih dahulu mengancam pada menit ke-13. Loncar mencoba tendangan dari luar kotak penalti, tetapi arah bola masih mudah dibaca Michael Falkesgaard.
Enam menit kemudian, Port FC memimpin. Peeradol Chamrasamee melepaskan tembakan keras yang melewati jangkauan Aqil Savik dan mengubah papan skor menjadi 1-0.
Persija memperoleh kesempatan untuk membalas pada menit ke-26. Eksel Runtukahu lolos hingga berhadapan dengan Falkesgaard, tetapi penyelesaiannya dapat diblok menggunakan kaki.
Dua gol dalam dua menit menjelang turun minum
Port FC memperbesar keunggulan pada menit ke-40 melalui Issam Abdallah. Sontekan pemain tersebut dinyatakan telah melewati garis gawang, sehingga wakil Thailand itu unggul dua gol.
Persija segera merespons. Pada menit ke-42, Arlyansyah Abdulmanan menuntaskan umpan Loncar untuk memperkecil skor menjadi 1-2. Gol itu memastikan Macan Kemayoran memasuki ruang ganti dengan selisih satu gol, bukan dua.
Rentang waktu yang singkat antara gol Issam dan Arlyansyah menjadi titik balik awal. Port FC tetap memimpin saat jeda, tetapi Persija memperoleh momentum untuk melanjutkan pengejaran pada babak kedua.
Loncar menyamakan kedudukan pada menit ke-52
Sepuluh menit setelah Arlyansyah mencetak gol, Persija menyamakan skor. Witan Sulaeman mengirim umpan kepada Loncar, yang kemudian menuntaskan peluang menjadi gol kedua Macan Kemayoran.
Peran Loncar menonjol dalam dua gol Persija. Ia mencatat satu umpan gol pada babak pertama dan satu gol pada awal babak kedua, sehingga terlibat langsung dalam seluruh gol timnya pada pertandingan tersebut.
Sebelum pertandingan, Shin Tae-yong mengakui proses penyatuan permainan masih berjalan. Ia mengatakan, “Kami belum pernah latihan taktik dan belum bisa menyatukan permainan antarpemain.” Hasil 2-2 menunjukkan Persija masih memiliki pekerjaan membangun koordinasi, tetapi mampu menghasilkan respons ketika tertinggal.
Falkesgaard menggagalkan peluang akhir Gustavo
Setelah kedudukan kembali seimbang, Persija mencoba mendapatkan gol ketiga. Peluang penting datang dari Gustavo Almeida pada bagian akhir pertandingan ketika ia menyambut umpan silang dengan sundulan.
Falkesgaard berhasil menepis bola dan hanya memberikan sepak pojok. Penyelamatan itu membantu Port FC mempertahankan skor 2-2 sampai wasit memberikan enam menit waktu tambahan dan kemudian mengakhiri laga.
Tidak ada gol tambahan dalam periode tersebut. Port FC kehilangan keunggulan dua gol, sedangkan Persija gagal melengkapi kebangkitan dengan kemenangan.
Arti satu poin bagi persaingan Grup B
Tambahan satu poin membuat Persija memiliki satu poin dari dua pertandingan. Port FC mengoleksi empat poin setelah menang atas PSMS Medan dan bermain imbang dengan Macan Kemayoran.
Persaingan belum selesai karena laga PSMS Medan melawan Persebaya Surabaya berlangsung setelah pertandingan Port FC kontra Persija. Kedudukan sementara karena itu belum dapat dipakai sebagai kepastian mengenai dua tim yang akan lolos.
Sesuai format turnamen, juara dan runner-up setiap grup maju ke semifinal. Hasil pertandingan lain serta laga tersisa akan menentukan apakah satu poin yang diperoleh Persija cukup menjaga peluang hingga akhir fase grup.
Fakta yang telah terkonfirmasi dari duel ini adalah skor akhir 2-2, empat pencetak gol, dan keberhasilan Persija membalas dua gol Port FC. Status kelolosan Macan Kemayoran masih harus menunggu perkembangan berikutnya di Grup B.




















